Pantau - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menyatakan terus memantau secara saksama perkembangan situasi di Republik Yaman, menyusul meningkatnya eskalasi permusuhan di negara tersebut.
Pernyataan resmi Kemlu disampaikan melalui unggahan di akun X @Kemlu_RI pada Rabu, 31 Desember 2025.
"Pemerintah Indonesia terus mengikuti dengan seksama perkembangan terkini di Republik Yaman menyusul terjadinya eskalasi di negara tersebut," demikian pernyataan Kemlu.
Serukan Penahanan Diri dan Dukungan pada Upaya DamaiKemlu RI menyampaikan apresiasi terhadap upaya berbagai pihak yang terus menjaga stabilitas dan keamanan, terutama di wilayah Hadramout dan Al-Mahra yang dinilai strategis dalam konteks konflik Yaman.
Indonesia menyerukan agar semua pihak yang terlibat dapat menahan diri dan menghindari tindakan sepihak yang dapat memperburuk kondisi keamanan dan stabilitas di kawasan.
Pemerintah Indonesia juga kembali menegaskan pentingnya penyelesaian konflik secara damai melalui dialog politik yang inklusif dan komprehensif, di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kemlu menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus tetap menjunjung prinsip penghormatan terhadap pemerintahan Yaman yang sah serta menjaga integritas teritorial negara tersebut.
Ketegangan Dipicu oleh Pergerakan STCSebelumnya, Kemlu RI telah menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan yang berpotensi memperburuk kondisi keamanan serta menambah penderitaan rakyat sipil di Yaman.
Laporan menyebutkan bahwa Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) melakukan pergerakan militer sepihak dan telah mencapai kemajuan teritorial di wilayah timur Yaman, khususnya di kegubernuran Hadhramaut dan Al-Mahrah.
Langkah STC ini dinilai memicu ketegangan baru dan mengancam stabilitas kawasan yang sudah rentan.



