- 1. China - 380,2 ton/Tahun
- 2. Rusia - 330,0 ton/Tahun
- 3. Australia - 284,0 ton/Tahun
- 4. Kanada - 202,1 ton/Tahun
- 5. Amerika Serikat - 158,0 ton/Tahun
- 6. Ghana - 140,6 ton/Tahun
- 7. Meksiko - 140,3 ton/Tahun
- 8. Indonesia - 140,1 ton/Tahun
- 9. Peru - 136,9 ton/Tahun
- 10. Uzbekistan - 129,1 ton/Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Emas menjadi salah satu komoditas primadona sepanjang 2025 dengan harganya yang beberapa kali menyentuh rekor tertinggi.
Laporan Gold Demand Trends 2025 dari World Gold Council mengidentifikasi 10 negara penghasil emas terbesar di dunia. Sepuluh negara ini menyumbang lebih dari 60% pasokan emas tambang global. Menariknya, Indonesia juga masuk dalam daftar ini.
Berikut daftar 10 negara produsen emas terbesar di dunia berdasarkan data resmi, statistik produksi, dan analisis pasar yang dikumpulkan CNBC Indonesia:
China mempertahankan posisi sebagai produsen emas terbesar dunia, menyumbang sekitar 10% dari total produksi global. Perusahaan tambang besar milik negara seperti China National Gold Group dan Shandong Gold menjadi motor utama sektor ini. Permintaan emas domestik juga tinggi, didorong kebutuhan perhiasan dan cadangan bank sentral. Provinsi Shandong, Henan, dan Jiangxi menjadi wilayah utama penghasil emas di Negeri Tirai Bambu ini.
2. Rusia - 330,0 ton/TahunRusia memiliki cadangan emas besar, khususnya di Siberia dan wilayah Timur Jauh. Emas memiliki peran penting dalam ekspor dan kekuatan cadangan devisa negara tersebut, dengan bank sentral terus memperkuat kepemilikan emasnya.
3. Australia - 284,0 ton/TahunAustralia berada di peringkat ketiga dengan pusat produksi utama di Australia Barat. Kalgoorlie dan Boddington menjadi lokasi tambang terbuka terbesar. Selain produsen, Australia juga merupakan pusat pemurnian dan eksportir emas terbesar, dengan mayoritas pengiriman ke pasar Asia.
Produksi emas Kanada didukung oleh keunggulan geologis, mulai dari Quebec hingga Yukon. Industri tambang emas menjadi penopang ribuan lapangan kerja dan memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional.
5. Amerika Serikat - 158,0 ton/TahunProduksi emas AS terkonsentrasi di Nevada yang menyumbang sekitar 75% output nasional. Selain itu, AS dikenal sebagai pemimpin global dalam inovasi dan standar keselamatan tambang.
6. Ghana - 140,6 ton/TahunGhana menjadi produsen emas terbesar di Afrika. Emas menyumbang sekitar 40% pendapatan ekspor negara tersebut. Pemerintah Ghana terus memperbaiki regulasi penambangan untuk mendukung keberlanjutan produksi.
7. Meksiko - 140,3 ton/TahunProduksi emas Meksiko didorong oleh tradisi penambangan panjang dan investasi asing, terutama dari perusahaan Kanada dan AS. Negara bagian Sonora dan Zacatecas menjadi wilayah penghasil utama.
8. Indonesia - 140,1 ton/TahunIndonesia berada di posisi kedelapan, didukung operasi besar seperti tambang Grasberg di Papua yang merupakan salah satu tambang emas terbesar di dunia. Pemerintah terus mendorong hilirisasi serta restrukturisasi kepemilikan tambang untuk meningkatkan nilai tambah nasional.
9. Peru - 136,9 ton/TahunPeru menjadi salah satu produsen emas terbesar di Amerika Selatan. Namun, tantangan seperti penambangan ilegal dan isu lingkungan masih menjadi perhatian pemerintah.
10. Uzbekistan - 129,1 ton/TahunUzbekistan memimpin Asia Tengah dalam produksi emas. Tambang Muruntau di negara ini termasuk salah satu tambang emas terbuka terbesar di dunia.
(saw/luc)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459126/original/047027300_1767153687-dj_don.jpg)
