EtIndonesia. Para pejabat keamanan nasional AS menyatakan bahwa Ukraina tidak melakukan serangan drone terhadap pemimpin Kremlin, Vladimir Putin atau kediamannya, menurut The Wall Street Journal.
Seorang pejabat Amerika yang mengetahui penilaian intelijen tersebut mengkonfirmasi bahwa CIA setuju bahwa tidak ada serangan terhadap Putin.
Pejabat tersebut menjelaskan bahwa Ukraina menargetkan situs militer yang sebelumnya telah diserang Kyiv. Situs tersebut terletak di distrik yang sama dengan kediaman Putin, tetapi tidak berdekatan.
Apa yang terjadi sebelumnya
Pada 29 Desember, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengklaim bahwa Ukraina diduga telah menyerang kediaman Putin di wilayah Novgorod, Rusia.
Dia menambahkan bahwa posisi negosiasi Rusia akan ditinjau, dan target serta waktu untuk serangan balasan akan ditentukan.
Hanya dua hari kemudian, pada 31 Desember, Rusia merilis peta palsu yang diduga menunjukkan bagaimana drone terbang menuju kediaman Putin.
Ukraina, di pihak lain, membantah tindakan tersebut, menyatakan bahwa Putin sedang mencari dalih untuk menyabotase hubungan antara Washington dan Kyiv dan untuk melemahkan posisi tawar Ukraina dalam perundingan perdamaian yang dimediasi AS.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump, hanya beberapa jam sebelum Tahun Baru, membagikan kembali berita yang menunjukkan penipuan Kremlin dan penghambatan perdamaian. Unggahan tersebut menyertakan artikel New York Post dengan judul: “Klaim ‘serangan’ terhadap Putin menunjukkan bahwa Rusia sendiri menghalangi perdamaian.”
Ini menjadi bukti lebih lanjut bahwa Rusia menyebarkan berita palsu tentang serangan terhadap kediaman pemimpin Rusia.(yn)



