Banjir berulang kali yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, juga berdampak ke fasilitas pendidikan. Dari TK hingga SMA, sejumlah bangunan sekolah kini tertimbun lumpur.
Salah satunya di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Ada SMAN 1 Tanjung Raya hingga TK dan Panti Asuhan Aisyiah yang berdiri bersebelahan, keduanya terendam banjir dan lumpur.
Tampak sejumlah fasilitas terendam. Ayunan, jungkat-jungkit, dan sarana permainan anak lainnya ikut terendam di TK tempat anak-anak panti asuhan itu belajar.
Sekretaris panti, Fauzi, menyebut kejadian beruntun sejak November 2025 itu menakutkan bagi 32 anak yang tinggal di sana. Banjir sempat merendam hingga sebetis orang dewasa di dalam pantinya.
“Trauma, kadang-kadang kalau dengan suara air kayak gitu kan ada ada rasa takutnya,” ucap Fauzi saat ditemui di lokasi, Kamis (1/1).
Meski begitu, ia bercerita anak-anak masih terus semangat beraktivitas. Mulai dari belajar hingga bermain. Panti pun terus memberikan mereka edukasi soal bencana dan mengajarkan untuk ikhlas.
“Kalau kita kan bimbingannya cuma kasih nasihat. Ini bencana, Allah yang menurunkan. Jadi kita harus bersabar, dan waspada,” imbuh Fauzi.
Fauzi pun optimistis pantinya bisa menghadapi cobaan ini. Dengan bekal semangat dan bantuan yang terus dikirimkan, ia yakin Nagari Maninjau bisa pulih kembali.
“Ya, selama kita masih semangat, dan juga ada bantuan dari luar, dan dari teman-teman dari relawan yang lain, dan juga dari perantauan, insyaallah bisa,” ucap Fauzi.
Kini, ia berharap agar panti terus dapat bantuan logistik. Menurutnya, mereka sangat membutuhkan bantuan sembako. Selain itu, mereka juga butuh material bangunan untuk merenovasi pantinya.
“Kalau untuk saat ini, kita karena kondisi ini kan hidupnya dari swadaya masyarakat, jadi kebutuhan harian, sembako, kemudian untuk kebersihan, dan untuk fisik kita butuh ruangan yang di belakang, kita melantai, dan juga untuk antisipasi, kita perlu tanggul untuk yang di sini, supaya nggak kejadian seperti yang pertama,” tandasnya.
Banjir di Nagari Maninjau, Kabupaten Agam sendiri masih terus terjadi hingga hari ini, Kamis (1/1) siang. Aliran sungai Muara Pisang tersumbat longsoran tanah, mengakibatkan air meluber dan mencari jalur lain untuk turun ke danau.





