PANGANDARAN, iNews.id – Pencarian terhadap atlet terjun payung bernama Widiasih (58) yang hilang di perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, masih dilakukan. Setelah dua hari pencarian tanpa hasil, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Barat (Jabar) menurunkan robot bawah air.
Widiasih jatuh ke laut saat terjun payung pada Selasa (30/12/2025) pukul 11.00 WIB. Sejak itu, tim gabungan terus menyisir wilayah laut yang dikenal berarus kuat dengan kontur dasar ekstrem.
Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra menjelaskan bahwa penggunaan robot selam dipilih karena kondisi cuaca belum mendukung.
“Kami sudah mengirimkan tim penyelam sebagai backup. Namun, karena kondisi cuaca kurang mendukung, kami prioritaskan penggunaan robot bawah air terlebih dahulu,” ujar Edward di Pelabuhan Bojongsalawe, Rabu (31/12/2025) dikutip dari iNews Pangdandaran.
Dia menyampaikan, titik jatuh korban belum bisa dipastikan. Tim SAR masih mencari petunjuk untuk mempersempit area pencarian.
“Kami belum menentukan koordinat pastinya. Kami akan memperkecil radius pencarian. Kami juga perlu tahu posisi helm, parasut, dan petunjuk lain. Dari situ baru ditentukan area penyelaman,” ucapnya.
Menurutnya, cuaca menjadi kendala utama dalam operasi ini. Gelombang laut yang tidak stabil membuat keselamatan petugas menjadi prioritas.
“Jangan sampai niat menolong, justru membahayakan personel. Keselamatan tetap nomor satu,” katanya.
Robot bawah air yang digunakan mampu menjangkau kedalaman hingga 300 meter. Alat ini akan menyisir dasar laut untuk mendeteksi korban sebelum penyelam diturunkan.
“Robot ini akan kami turunkan lebih dulu. Kalau sudah terdeteksi posisinya, baru penyelam melakukan evakuasi,” ucapnya.
Dugaan sementara menyebutkan parasut korban masih mengembang dan kemungkinan tersangkut di karang, sehingga pencarian manual dinilai berisiko.
“Karena itulah robot bawah air jadi sangat efektif untuk kondisi seperti ini,” katanya.
Hingga kini, pencarian masih berlanjut dengan harapan Widiasih segera ditemukan.
Original Article



