REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG, – Perum Bulog melakukan pemantauan pasar di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Rabu guna memastikan harga bahan pokok, khususnya beras, tetap aman dan stabil menjelang pergantian Tahun Baru 2026.
Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyatakan bahwa pemantauan ini dilakukan bersama pemangku kepentingan terkait di berbagai titik seperti toko, kios, dan pasar di kawasan Pasar Bintan Center. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan beras SPHP yang terjangkau bagi masyarakat.
Menurut Arief, langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan gejolak harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang pergantian tahun. Pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa distribusi beras SPHP atau medium Bulog berjalan sesuai ketentuan dengan harga yang terjangkau.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Beras medium dijual dengan harga Rp60 hingga Rp65 ribu per lima kilogram, sementara beras premium dibanderol Rp76 ribu hingga Rp77 ribu per lima kilogram. Semua harga tersebut masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu HET premium Rp77 ribu dan medium Rp66.500 per lima kilogram.
Arief menambahkan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersedia di gudang Bulog Tanjungpinang saat ini mencapai 2.000 ton, cukup untuk kebutuhan empat bulan ke depan. "Kalau permintaan tinggi, awal 2026 kita ajukan lagi penambahan beras SPHP ke pusat," tambahnya.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Konten ini diolah dengan bantuan AI.



