Misi Datangkan Bomber Timnas Uzbekistan Igor Sergeev: Upaya Bojan Hodak Bawa Persib Bandung ke Level Tertinggi Asia

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, BANDUNG — Ambisi Persib Bandung menjelang putaran kedua BRI Super League tak lagi disampaikan dengan bahasa samar. Di balik ketenangan meja manajemen dan sikap hati-hati sang pelatih, satu sinyal menguat: Maung Bandung ingin melangkah lebih jauh, bukan hanya di level domestik, tetapi juga di panggung Asia.

Nama Igor Sergeev menjadi pusat rumor itu.

Penyerang tim nasional Uzbekistan tersebut mencuat sebagai target potensial Persib Bandung untuk memperkuat lini depan menghadapi paruh kedua kompetisi serta babak gugur AFC Champions League Two. Jika benar terealisasi, langkah ini bukan sekadar transfer pemain asing—melainkan pernyataan ambisi.

Sergeev bukan penyerang sembarangan. Lahir di Tashkent pada 30 April 1993, ia adalah bagian dari generasi emas Uzbekistan yang berhasil menembus Piala Dunia 2026. Bersama tim nasional, Sergeev telah mengoleksi 80 caps dan 23 gol sejak debutnya pada 2013. Ia tampil di Piala Asia 2023 dan menjadi salah satu figur berpengalaman di ruang ganti tim berjuluk White Wolves itu.

Catatan tersebut menjadikan Sergeev bukan hanya striker produktif, tetapi juga pemain dengan mental kompetisi tingkat tinggi—sesuatu yang sangat dihargai Bojan Hodak.

Produktivitas yang Masih Terjaga

Saat ini, Sergeev memperkuat Pakhtakor Tashkent sejak awal 2025. Di Uzbekistan Super League, performanya terbilang tajam. Dari 11 pertandingan, ia mencetak sembilan gol—rasio hampir satu gol per laga. Angka yang menegaskan bahwa di usia 32 tahun, naluri mencetak golnya belum menurun.

Nilai pasarnya berada di kisaran Rp20 miliar. Angka yang cukup signifikan untuk ukuran Liga Indonesia, tetapi terasa logis jika Persib memang serius membangun skuad kompetitif untuk dua front sekaligus: liga dan Asia.

Bagi Sergeev, Indonesia juga bukan wilayah asing. Pada musim 2023–2024, ia sempat memperkuat BG Pathum United di Liga Thailand. Meski tak terlalu eksplosif—lima gol dari 15 pertandingan—pengalaman tersebut memberinya pemahaman tentang iklim sepak bola Asia Tenggara: tempo permainan, karakter wasit, hingga tekanan suporter.

Faktor adaptasi inilah yang membuat nama Sergeev terasa realistis, bukan sekadar spekulasi.

Target Man yang Dibutuhkan?

Dengan tinggi 1,85 meter, Sergeev dikenal sebagai penyerang target man klasik. Ia kuat dalam duel udara, piawai menahan bola, dan efektif di kotak penalti. Karakter ini sejalan dengan kebutuhan Persib yang kerap menghadapi lawan bertahan rendah, baik di Super League maupun kompetisi Asia.

Dalam sistem Bojan Hodak, penyerang bukan sekadar eksekutor akhir, tetapi juga titik tumpu serangan. Kehadiran striker yang mampu mengikat dua bek lawan membuka ruang bagi gelandang dan winger untuk masuk ke kotak penalti. Sergeev memenuhi kriteria itu.

Namun, rumor ini sekaligus memunculkan pertanyaan besar: siapa yang harus tersisih?

Persaingan Ketat di Lini Depan

Persib Bandung saat ini tidak kekurangan penyerang asing. Ramon Tanque, yang sempat menjadi sasaran kritik di awal musim, mulai menemukan ritme. Ia sudah mencetak tiga gol dari 14 pertandingan—belum ideal, tetapi menunjukkan tren positif.

Uiliam Barros bahkan lebih konsisten. Striker asal Brasil itu telah mencetak tujuh gol dari 15 laga dan menjadi salah satu sumber gol utama Persib musim ini.

Andre Jung, penyerang asal Prancis, juga tak bisa diabaikan. Dari sembilan pertandingan, ia mencetak empat gol—efektivitas yang cukup baik dengan menit bermain terbatas.

Dengan komposisi seperti ini, mendatangkan Sergeev berarti Persib harus mengambil keputusan strategis: menambah kualitas dengan risiko mengganggu keseimbangan, atau bertahan dengan opsi yang ada.

Keputusan ini menjadi semakin relevan setelah Persib resmi melepas bek asal Italia, Frederico Barba, ke Pescara di Serie B dengan status pinjaman. Langkah itu membuka satu slot pemain asing—ruang yang bisa diisi Sergeev.

Efek Domino di Lini Belakang

Kepergian Barba juga memperlihatkan kepercayaan Bojan Hodak pada kedalaman skuad lokal. Pos bek kiri masih bisa diisi Rezaldi Hehanusa dan Alfeandra Dewangga.

Nama Dewangga menarik perhatian. Pemain yang sempat minim menit bermain itu justru tampil solid saat diberi kesempatan. Rumor peminjamannya ke Bali United sempat mencuat, tetapi Hodak menepisnya. Dewangga justru diproyeksikan sebagai bagian penting dari rotasi—bahkan kandidat pengganti Barba.

Ini memperlihatkan satu pola jelas: Hodak bersedia melepas pemain asing di sektor belakang demi memperkuat lini depan.

Asia sebagai Ukuran Sebenarnya

Semua langkah ini bermuara pada satu tujuan: kompetisi Asia.

Persib Bandung dijadwalkan tampil di babak 16 besar AFC Champions League Two menghadapi Ratchaburi, wakil Thailand. Di level ini, perbedaan kualitas striker sering kali menjadi penentu. Satu peluang, satu momen, satu gol—itulah bahasa sepak bola Asia.

Igor Sergeev, dengan pengalaman internasional dan mental turnamen, dipandang sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.

Jika transfer ini terwujud, Persib bukan hanya mempertebal skuad, tetapi juga menaikkan standar. Dari tim juara domestik menjadi klub yang berani menantang hierarki Asia.

Kini, publik Bandung menunggu. Apakah rumor ini akan menjelma kenyataan, atau sekadar menjadi bagian dari riuh rendah bursa transfer?

Satu hal yang pasti: langkah Persib kali ini bukan tanpa arah. Di tangan Bojan Hodak, setiap keping puzzle tampaknya disusun untuk satu tujuan besar—membawa Maung Bandung ke level tertinggi Asia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wisatawan di Lombok Diminta Jaga Kebersihan Selama Berkunjung
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Musik Top 40 Meriahkan Malam Tahun Baru di Laras Asri Resort & Spa Salatiga
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Ratas di Aceh Tamiang, Prabowo: Kita Tak Sekadar Lihat, tapi Untuk Tahu Masalah
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Meksiko Resmi Naikkan Tarif Impor, China dan RI Terdampak
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Tanya Anak Korban Banjir Sumut: Sudah Dapat MBG? Maaf kalau Belum
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.