Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah langsung membuka akses penebusan pupuk bersubsidi sejak detik pertama tahun 2026, tepat pada 1 Januari pukul 00.00 WIB.
Kebijakan ini menandai komitmen pemerintah menjaga keberlangsungan sektor pertanian sejak awal tahun sebagai fondasi swasembada pangan nasional.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak pengadaan dan distribusi pupuk bersubsidi antara Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia (Persero) pada 29 Desember 2025.
Dengan kebijakan ini, petani yang terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dapat langsung menebus pupuk tanpa menunggu jeda waktu.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pupuk memiliki peran vital dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan sehingga tidak boleh mengalami keterlambatan distribusi.
“Kami memastikan pupuk subsidi tersedia, tepat waktu, dan mudah diakses petani sejak awal tahun. Ini bagian dari langkah serius pemerintah menjaga stabilitas produksi dan mempercepat swasembada pangan,” tegas Mentan Amran dalam keterangan resmi, Kamis (1/1/2025).
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Andi Nur Alamsyah memastikan harga pupuk bersubsidi tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah.
“Sesuai Kepmentan 1117/2025, HET Pupuk Subsidi sudah di diskon 20%, sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli petani.” tutur Andi, Kamis (1/1/2026)
Dari sisi pelaksanaan, distribusi pupuk bersubsidi dinilai berjalan sesuai rencana. Direktur Pupuk Kementerian Pertanian Jekvy Hendra menyampaikan bahwa transaksi penebusan sudah tercatat sejak awal pembukaan layanan.
“Hingga pukul 00.16 WIB, telah tercatat 147 transaksi penebusan pupuk subsidi, terdiri dari 74 transaksi melalui iPubers dan 73 transaksi menggunakan Kartu Tani. Ini menunjukkan sistem siap dan berjalan,” ujar Jekvy.
Salah satu transaksi awal dilakukan oleh Salim, anggota Kelompok Tani Timbul Jaya di Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
“Berdasarkan data sistem iPubers, ia menebus pupuk urea sebanyak 800 kilogram atau setara 16 sak di kios resmi UD Tunggul Makmur Kec Jeruklegi Cilacap”, terang Jekvy.
Salim mengaku bersyukur dapat menebus pupuk subsidi tepat di awal tahun dan menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Tadi pulang dari alun-alun cilacap, saya coba tebus pupuk kebetulan kiosnya masih buka, eh ternyata bisa ditebus, ya sudah sekalian saja, Alhamdulillah saya senang sekali, Terima kasih Pak Presiden Prabowo, pupuk lancar, saya nebus awal jam 00.01.36,” tutur Salim.


