Tangani Pemulihan Akses Kutacane-Takengon Aceh, HK Ungkap Progresnya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Aceh, VIVA – PT Hutama Karya (Persero) ditugasi Kementerian Pekerjaan Umum menangani pemulihan akses pada ruas jalan nasional Takengon Blangkejeren–Kutacane (Jalan Nasional Serkil). Hal itu dilakukan  dengan tiga segmen, yakni Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren, Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara, serta Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane.

Penanganan ini ditujukan untuk memulihkan mobilitas masyarakat dan menjaga kelancaran arus logistik pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mempercepat pemulihan konektivitas pascabencana di Aceh.

Baca Juga :
Pelindo Multi Terminal Pastikan Layanan Pelabuhan Tetap Berjalan di Libur Nataru
Bersiap Antisipasi Lonjakan Arus Balik Nataru, KAI Logistik Catat Angkutan Barang Periode Natal 2025 Naik 40 Persen

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pemulihan akses ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga konektivitas Aceh pascabencana.

“Kembali berfungsinya jalur pada segmen-segmen tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan.” ujar Mardiansyah dikutip dari keterangannya, Kamis, 1 Januari 2025.

Hutama Karya membuka akses secara bertahap pada tiga segmen tersebut agar jalur penghubung antarkabupaten dapat segera dimanfaatkan kembali. Segmen Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane sepanjang 70 km telah fungsional sejak Jumat (19/12) lalu, dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Segmen Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren–batas Gayo Lues/Aceh Tenggara sepanjang 120 km telah fungsional sejak Sabtu (20/12). Sementara segmen Takengon–batas Aceh Tengah/Gayo Lues sepanjang 90 km ditetapkan fungsional pada Kamis (1/1/2026) mendatang. Sehingga panjang akses fungsional mencapai 284 km. 

Status ruas bersifat fungsional sementara. Pada kondisi normal, jalur dioperasikan dua arah. Namun, di beberapa titik penanganan masih diberlakukan pengaturan lalu lintas bergiliran untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Akses ini dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, dengan pembatasan beban maksimal 10 ton untuk kendaraan roda enam melalui pengawasan. Pengecualian diberikan bagi truk BBM dengan kapasitas maksimal 5.000 liter untuk menjaga suplai energi ke wilayah terdampak.  

Dalam pelaksanaan, pekerjaan pemulihan dilakukan melalui pembersihan material longsoran, penanganan badan jalan, perbaikan dan perkerasan pada titik terdampak, penanganan drainase, perkuatan lereng pada lokasi rawan, serta pembukaan jalan sementara dengan timbunan pada segmen yang kritis. Untuk mendukung pekerjaan, Hutama Karya menyiagakan 15 unit excavator dan 4 unit wheel loader, didukung 25 personel. 

Baca Juga :
Banjir Aceh Tamiang: Air Bersih, Obat Gratis, hingga Bantuan Sekolah Mengalir
Fase Baru Agrerator Logistik di Indonesia
BNPB Pastikan Logistik Tak Mengendap Lebih dari 2 Hari di Seluruh Posko Bencana Sumatera

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jakarta 2026: Asa Menuju Kota yang Ramah bagi Dompet dan Jiwa
• 1 jam lalukompas.id
thumb
BNPB Salurkan Rp 20 M untuk Ribuan Korban Bencana Sumatera yang Tak Mau Hunian
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
AHY Usul ke Prabowo: Perbaiki Rumah Rusak Ringan Akan Kurangi Kamp Pengungsian
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Bak Neraka Terbuka, Gelombang Panas Panggang Satu Kota
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Naik bus tingkat gratis bisa jadi pilihan jelajahi Jakarta
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.