Tak Hanya Serang Jantung dan Ginjal, Diabetes Tingkatkan Risiko Infeksi Jamur Telinga

mediaindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita

DIABETES merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga berpengaruh besar terhadap daya tahan tubuh. Salah satu risiko kesehatan yang jarang disadari adalah meningkatnya kemungkinan mengalami infeksi jamur telinga yang serius.

Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.

Penderita diabetes umumnya mengalami penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh. Kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu kerja sel darah putih yang berperan penting dalam melawan infeksi.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap mikroorganisme, termasuk jamur. Kondisi ini membuat infeksi yang seharusnya ringan dapat berkembang menjadi lebih berat dan berlangsung lebih lama.

Infeksi di Saluran Telinga

Infeksi jamur telinga atau otomikosis adalah infeksi yang terjadi pada saluran telinga akibat pertumbuhan jamur. Jenis jamur yang sering ditemukan antara lain Candida dan Aspergillus. 

Jamur ini tumbuh subur di lingkungan yang lembap, hangat, dan memiliki pertahanan tubuh yang lemah. Pada penderita diabetes, kondisi tersebut lebih mudah terbentuk, terutama jika kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik.

Gejala Infeksi

Gejala infeksi jamur telinga meliputi rasa gatal, nyeri telinga, rasa penuh atau tersumbat, keluarnya cairan dari telinga, hingga gangguan pendengaran. Pada penderita diabetes, gejala ini bisa lebih parah dan berulang. Infeksi juga cenderung lebih sulit diobati karena tubuh tidak mampu merespons pengobatan secara optimal.

Diabetes merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya infeksi jamur telinga yang berat. Selain gangguan imun, kadar glukosa yang tinggi juga menciptakan lingkungan ideal bagi jamur untuk berkembang.

Jamur memanfaatkan glukosa sebagai sumber nutrisi, sehingga pertumbuhannya menjadi lebih cepat pada penderita diabetes yang kadar gulanya tidak stabil.

Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi jamur telinga pada penderita diabetes dapat menyebabkan kerusakan jaringan saluran telinga dan memperbesar risiko infeksi menyebar ke area sekitar. Oleh karena itu, diagnosis yang tepat sangat penting.

 Pemeriksaan oleh dokter biasanya melibatkan evaluasi klinis dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis jamur penyebab infeksi. Upaya pencegahan memegang peran penting dalam menurunkan risiko infeksi jamur telinga pada penderita diabetes. 

Mengontrol kadar gula darah merupakan langkah utama untuk menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, menjaga kebersihan telinga, menghindari kelembapan berlebih, serta tidak membersihkan telinga secara agresif dapat membantu mencegah pertumbuhan jamur.

Sumber: pmc.ncbi.npm.nih.gov, saspublisher.com


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bea Cukai Tindak Barang Ilegal Senilai Rp8,8 Triliun sepanjang 2025
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
KLH: Luas Taman Nasional Lorentz di 10 kabupaten 2,4 juta hektare
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Pascabencana, Kementerian PU Siapkan Rp79 Miliar untuk Pulihkan Irigasi Pante Lhong di Bireuen
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Benarkah Mata Juling pada Anak Terjadi karena Faktor Genetik
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Anak Sulung dan Beban yang Tidak Pernah Dibicarakan
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.