Jember (beritajatim.com) – Food Street di Jalan Kartini, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan ditempati 148 pedagang kaki lima khusus berjualan makanan dan minuman.
“Sudah kita petakan dengan trotoar sebelah timur lebarnya sekarang 5,3 meter dan di sebelah barat 2,4 meter,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Jember Sartini, Kamis (1/1/2026).
Nantinya trotoar di depan Gereja Santo Paulus tidak diperkenankan ditempati PKL, karena menjadi akses keluar masuk gereja di Jalan Kartini.
Rencananya pada 2026, PKL di luar makanan dan minuman yang biasa beroperasi di kawasan alun-alun Jember Nusantara secara bertahap akan ditata di Jalan Wijayakusuma, depan Masjid Jamik Baitul Amien, dan Jalan Gatot Subroto.
“Namun PKL yang akan ditempatkan di Wijayakusuma dan depan Masjid Jamik kami belum menghitung, karena yang jadi Food Street pertama di Jalan Kartini,” kata Sartini.
Para PKL ini akan diatur berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008b dan Peraturan Bupati Nomor 36 Tahun 2009. “Kami sudah bersepakat dengan Gereja bahwa untuk PKL di Jalan Kartini mulai berjualan pada jam enam sore hingga 12 malam,” kata Sartini.
“Harapannya nanti teman-teman yang akan berkunjung ke alun-alun berbelanja dulu di (Food Street), baru dia ke alun-alun. Jadi tidak boleh di alun-alun ini ada pedagang kaki lima, baik teman-teman PKL mainan maupun aksesoris enggak boleh,” kata Sartini.
Para PKL yang berjualan di Food Street Jalan Kartini memperoleh rombong dan gerobak berwarna merah muda dari Pemkab Jember. “Meja kursinya juga seragam,” kata Sartini.
“Sebelum teman-teman ini mendapatkan rombong maupun gerobak, kami sudah memberikan pelatihan peningkatan sumber daya manusia, antara lain bagaimana teman-teman PKL berkomunikasi dengan pelanggan, punya sertifikat keamanan pangan, yang nantinya kita uruskan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) halal. Itu target kita dalam waktu dekat,” kata Sartini.
Bupati Muhammad Fawait meminta diberi waktu untuk menata PKL. “Kami akan sediakan sebuah kawasan. Food street untuk para PKL dan UMKM,” katanya.
Fawait meminta para PKL bisa menjaga kebersihan di Jalan Kartini. “Kita buktikan bahwa PKL juga bisa bersih, PKL juga bisa tertib dan PKL bisa menjaga lingkungannya. Kita uji coba, nanti dari stasiun sampai Jalan Kartini dan jalan Gatot Subroto akan ada kawasan Food Street untuk para PK,” katanya.
“Nanti di situ jamnya kita atur, kebersihannya kita atur, bahkan produknya, sertifikasi halalnya kita uruskan. Bahkan kita akan tes, kita akan pastikan bahwa produk-produk yang dijual di Food Street oleh para PKL insyaallah aman. Kita buktikan bahwa PKL tidak seperti prasangka banyak orang, bahwa PKL bisa bersih dan tertib, produknya berkualitas,” kata Fawait. [wir]



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F09%2F30%2Ff01b50cc19e9ff262ee25aa03b6d0dc2-WhatsApp_Image_2025_09_30_at_13.34.11.jpeg)