Pantau - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya listrik saat banjir, menyusul prediksi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di wilayah tersebut pada awal tahun 2026.
Imbauan ini disampaikan sebagai respons terhadap kondisi sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang telah terdampak banjir sejak awal tahun.
Panduan Keselamatan Listrik: Matikan MCB, Cabut Peralatan, Hubungi PLNPLN mengingatkan masyarakat agar segera memutus aliran listrik apabila air mulai memasuki rumah.
Langkah yang disarankan antara lain:
Matikan listrik dari MCB (Meter Circuit Breaker) di kWh meter.
Cabut semua peralatan elektronik dari stop kontak.
Pindahkan barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
Jika air sudah tinggi namun listrik belum padam, warga diminta segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, atau mendatangi kantor PLN terdekat.
Warga juga disarankan berkoordinasi dengan BPBD dan aparat desa atau kelurahan setempat.
Listrik Baru Dinormalkan Setelah Semua Jaringan AmanSetelah banjir surut, PLN akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh jaringan listrik dan instalasi di rumah pelanggan sebelum aliran listrik dinyalakan kembali.
Warga diminta untuk memastikan seluruh instalasi dan peralatan elektronik dalam kondisi kering dan aman sebelum digunakan.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama PLN dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi ini penting karena risiko kelistrikan saat banjir sering kali tidak terlihat, namun sangat berbahaya, termasuk potensi sengatan listrik dan korsleting.

