Harga Minyak Turun dan Catat Kerugian Tahunan Hampir 20%

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia melemah pada perdagangan di Rabu (31/12). Ia menutup tahun lalu dengan penurunan tajam, seiring meningkatnya ekspektasi kelebihan pasokan menyusul  tahun yang diwarnai konflik geopolitik, perang tarif perdagangan serta sanksi terhadap Rusia, Iran, dan Venezuela.

Dilansir Jumat (2/1), Minyakl Brent ditutup turun 0,8% ke US$60,85. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun 0,9% ke US$57,42.

Baca Juga: Produk Impor Dominasi Pasar Minyak Herbal

Adapun Brent secara tahunan anjlok sekitar 19%. Ia mencatat penurunan persentase tahunan terbesar sejak 2020. Sementara  West Texas Intermediate membukukan penurunan tahunan hampir 20%

BNP Paribas Commodity Analyst, Jason Ying memperkirakan harga minyak akan turun pada kuartal pertama 2026. Hal ini terjadi seiring pertumbuhan pasokan yang mulai normal dan permintaan yang cenderung datar.

“Alasan kami lebih bearish dalam jangka pendek dibandingkan pasar adalah karena kami menilai produsen shale AS mampu melakukan lindung nilai pada level harga yang tinggi,” kata Ying.

“Hal itu membuat pasokan dari produsen shale lebih konsisten dan kurang sensitif terhadap pergerakan harga," tambahnya.

Dari Amerika Serikat, data menunjukkan persediaan minyak mentah turun pekan lalu, meski stok produk olahan justru meningkat tajam. Persediaan minyak mentah turun menjadi 422,9 juta barel. Namun, stok bensin melonjak menjadi 234,3 juta barel. Sementara persediaan distilat, termasuk diesel dan minyak pemanas, naik menjadi 123,7 juta barel.

Sepanjang tahun, pasar energi juga dipengaruhi oleh konflik geopolitik. Perang Rusia-Ukraina berdampak terhadap pasar energi setelah serangan drone merusak infrastruktur minyak dari Rusia.

Konflik Iran dan Israel pada tahun lalu lalu turut meningkatkan risiko pasokan dengan mengganggu pelayaran di Selat Hormuz. Adapun hal ini kembali muncul seiring krisis antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di Yaman.

Baca Juga: Pipa Pecah Gegara Banjir Sumatera, Produksi Minyak RI Hilang 2.000 Barel Per Hari

Sementara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memerintahkan blokade terhadap ekspor minyak dari Venezuela. Ia juga mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Lima Kali Banjir Bandang Landa Maninjau dalam Sehari, Ratusan Warga Mengungsi
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Masukan Prabowo soal Rumah Hunian Sementara di Aceh Tamiang
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
SBY Diseret-Seret Kasus Ijazah Jokowi, Demokrat Beri Ancaman Tegas
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Dedi Mulyadi Terbitkan Edaran Larangan Tanam Sawit di Jabar, Fokus Jaga Ekologi
• 23 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.