GenPI.co - Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri membantah isu pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di Bumi Cenderawasih.
Mathius Fakhiri mengatakan Pemprov Papua tidak akan menerbitkan izin baru pembukaan lahan perkebunan kepala sawit.
“Arahan Presiden kepada kami, bukan pembukaan kebun sawit baru. Tetapi, peralihan fungsi lahan,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (2/1).
Dia menyatakan kebijakan Pemprov Papua saat ini berupa penataan ulang kebun sawit yang sudah mempunyai izin.
“Fokus Pemprov Papua, terutama terhadap perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban sesuai ketentuan,” tuturnya.
Politikus Partai Golkar itu menyampaikan perusahaan sektor kelapa sawit yang tidak aktif dan tak bsia memenuhi kewajiban, dievaluasi serta izinnya akan dicabut.
Kemudian untuk lahan bekas kebun sawit yang izinnya dicabut, akan digunakan untuk pengembangan komoditas yang lebih ramah lingkungan, seperti kakao.
“Saya sudah memperoleh bantuan bibit kakao dari Menteri Pertanian. Lahan-lahan yang lama tidak dikerjakan, tak akan digunakan untuk sawit baru,” ujarnya.
Fakhiri juga mewajibkan perusahaan sawit yang masih beroperasi di Papua, agar membangun pabrik pengolahan di Papua.
“Saya mewajibkan perusahaan sawit membangun pabrik di Papua, supaya ada nilai tambah dan membuka lapangan kerja,” ucapnya. (ant)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:

:quality(80):format(jpeg)/posts/2026-01/01/featured-19b6195b613647e53380d448de727a55_1767268975-b.jpg)


