JAKARTA, KOMPAS.com - Aceh masih bertungkus lumus menghadapi dampak air bah yang menerjang lebih dari sebulan lalu. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan big engineering operation memulihkan keadaan.
Presiden Prabowo Subianto menyerukan operasi besar untuk mempercepat pemulihan wilayah di Aceh usai dihantam banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Perintah ini disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah Kementerian/Lembaga terkait di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).
Bukan hanya operasi besar, dalam ratas ini Prabowo menyebut ada pihak swasta berminat membeli lumpur yang mengendap di wilayah terdampak.
Baca juga: Kunjungi Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Diminta Tak Sekadar Seremoni Tangani Banjir
Operasi besar pulihkan sungaiPrabowo menyetujui rencana normalisasi sungai-sungai di Aceh pascabencana melalui jalur laut dan meminta agar program tersebut menjadi operasi berskala besar.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Aceh, prabowo subianto, banjir aceh, wrapup, banjir sumatera, pemulihan pascabencana Sumatera&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMi8wNzA4Mzc2MS9iaWctZW5naW5lZXJpbmctb3BlcmF0aW9uLXByYWJvd28tZGktYWNlaC1zdW5nYWktZGlrZXJ1ay1sdW1wdXItZGlqdWFs&q="Big Engineering Operation" Prabowo di Aceh: Sungai Dikeruk, Lumpur Dijual§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Prabowo menanggapi usulan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait penanganan pendangkalan sungai akibat bencana.
“Baik, saya kira ini ya sudahlah, kita bikin operasi besar saja, ya kan? This is a big, big engineering operation. Tapi intinya saya sangat setuju ya,” ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo Setujui Normalisasi Sungai di Aceh via Laut, Perintahkan Operasi Skala Besar
Prabowo menegaskan, normalisasi sungai yang dimulai dari muara atau kuala adalah pekerjaan teknis berskala besar yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan keahlian khusus.
Dia pun meminta Kementerian Pertahanan dan TNI untuk berkoordinasi dengan para kepala daerah, serta melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang teknik sipil.
“Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama gubernur-gubernur ya. Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering ya, dari mungkin dari BUMN karya, dari PU dan juga dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work,” kata Prabowo.
Baca juga: Menhan Usul ke Prabowo agar Normalisasi Sungai Aceh Lewat Jalur Laut
Prabowo pun mengingatkan agar operasi juga melibatkan pihak-pihak yang biasa melakukan kegiatan pengerukan atau dredging.
“Ini kan engineering work skala besar ya, jadi dredging (pengerukan). Ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini, dredging untuk pelabuhan dan sebagainya,” pungkasnya.
Lumpur diminati swastaDi sisi lain, Prabowo mengatakan bahwa material lumpur pascabencana di Sumatera, khususnya Aceh, diminati oleh pihak swasta.
Hal itu diketahui Prabowo berdasarkan laporan dari kepala daerah soal adanya ketertarikan pihak swasta terhadap lumpur hasil pembersihan di permukiman maupun dari pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan.
Prabowo pun mempersilakan jika material itu hendak dijual pemerintah daerah.





