BMKG mengumumkan munculnya Siklon Tropis Iggy yang berkembang dari Bibit Siklon 90S. Bibit itu mencapai intensitas siklon pada awal tahun 2026, tepatnya pada 1 Januari.
“Saat ini posisi berada di Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta dengan kecepatan angin maksimum 40 knot (75 km/jam) dan tekanan minimum 998 hPa,” kata BMKG, Jumat (2/1/2026).
Saat menjadi bibit, 90S di bawah pengawasan BMKG. Dalam perkembangannya, bibit ini mengarah ke wilayah pemantauan Australia. Nama Iggy diberikan oleh Badan Meteorologi Australia (BoM).
“Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Iggy dalam 24 jam ke depan menurun menjadi kategori Low dengan arah pergerakan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia,” kata BMKG.
Dampak bagi IndonesiaBMKG menjelaskan, Siklon Tropis Iggy memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam ke depan hingga 3 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Rinciannya:
Hujan dengan Intensitas Sedang hingga Lebat
Pesisir selatan Banten
Pesisir selatan Jawa Barat
Pesisir selatan Jawa Tengah
Pesisir selatan DI Yogyakarta
Gelombang Laut Tinggi
1.25 - 2.5 m (Moderate Sea)
Selat Sunda bagian selatan
Perairan selatan P. Jawa hingga P. Lombok
Selat Bali dan Lombok bagian selatan
Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah
Samudera Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur
2.5 - 4.0 m (Rough Sea)
Samudera Hindia selatan Jawa Timur




