FAJAR, MAKASSAR — Film layar lebar bertema aksi, drama, dan militer berjudul TUNGKE – Badik Tak Bertuan, resmi bersiapmemasuki tahap produksi pada awal tahun 2026.
Hal ini menyusul pelaksanaan audiensi antara tim produksi film dengan Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. Berlangsung konstruktif di Makassar.
Audiensi tersebut bertujuan untuk memaparkan progres tahap pengembangan (development) film TUNGKE – Badik Tak Bertuan, sekaligus memohon arahan dan dukungan dari Kodam XIV/Hasanuddin.
Tujuannya agar proses produksi dapat berjalandengan baik, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai kehormatanprajurit TNI.
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan memberi dukungan penuh dari Kodam XIV/Hasanuddin dan keterlibatan talenta lokal.
TUNGKE – Badik Tak Bertuan diharapkan menjadi film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang pengorbanan, kehormatan, dan arti menjadi seorang prajurit.
“Ini Bukan Sekadar Film, Tapi Pesan pengabdian. Film ini kami dukung karena mengangkat nilai pengabdian, kehormatan, dan kemanusiaan prajurit, bukan sekadar aksi,”ujarnya.
Produser sekaligus Sutradara, Harry Maverick mengatakan jika film tersebut lahir dari kegelisahan kami tentang makna menjadiprajurit dan tanggung jawab kemanusiaan di balik seragam, Tungke – Badik Tak Bertuan adalah film tentang keberanian, keluarga, dan makna pengorbanan.
“Ini adalah upaya saya untuk memperlihatkan sisi kemanusiaan TNI yang jarangtersentuh sinema, sekaligus membawa isu besar perdaganganmanusia ke dalam ruang diskusi publik yang lebih luas,” ucapnya.
Film ini ia buat bukan hanya sebagai hiburan, namun sebagai “surat cinta” terhadap para prajurit yang bekerjadalam diam, dan sebagai cermin bagi generasi muda tentangarti integritas.
Dalam audiensi tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin didampingi oleh sejumlah pejabat utama Kodam, di antaranya Aspers Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Amran Aris Sallo, Asops Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, S.Sos., M.Si., M.Han, serta Asintel KasdamXIV/Hasanuddin Kolonel Inf Asyraf Azis, S.Sos.
Sementara dari pihak tim produksi, hadir Harry Maverick selalu Produser sekaligus Sutradara film TUNGKE – BadikTak Bertuan, Miftah F. Rahman selaku CEO dan Founder PT. GO Talent Academy Indonesia, dan Yasjudan Andika Perkasa, Direktur Utama SM Group yang bertindak sebagaisponsor utama, serta turut hadi Hasriyanti Nurdin selakuperwakilan dari tim finance management pada proyek film ini.
Turut hadir pula sejumlah pemeran utama film, di antaranyaZuhdi Abbad, Ivada Dewata Laan, Ananda Putri Alfian, dan Andi Marhamatul Aulia.
Suasana audiensi berlangsung penuh keakraban namun tetapserius. Pangdam XIV/Hasanuddin menyambut baik gagasandan visi film TUNGKE – Badik Tak Bertuan yang dinilai tidakhanya mengangkat sisi heroik prajurit, tetapi juga nilaipengabdian, kemanusiaan, dan perjuangan moral dalammenjaga kedaulatan serta melindungi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin memberikan restu dan dukungan penuh. Ini sekaligus menginstruksikan jajaran terkait untuk mulai melakukan koordinasi pendampingan menjelang proses produksi yang direncanakan dimulai pada awal Januari 2026.
mengingat target penayangan film ini dijadwalkan bertepatan denganHari Pahlawan yaitu pada tanggal 10 November 2026.
Film TUNGKE – Badik Tak Bertuan sendiri mengisahkan perjalanan seorang prajurit muda TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, serta dihadapkanpada konflik kemanusiaan berupa praktik perdaganganmanusia.
Sebilah badik pusaka menjadi simbol kehormatan, warisan, dan perjuangan batin sang tokoh utama dalammemahami makna sejati pengabdian sebagai prajurit.
Rencananya, proses pengambilan gambar film ini akandilakukan di beberapa lokasi di Sulawesi Selatan, meliputiKota Makassar, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Sinjai, dengan melibatkan potensi lokal baik dari sisi budaya, alam, maupun sumber daya manusia.
Melalui rilis ini, tim produksi TUNGKE – Badik Tak Bertuan juga memohon dukungan doa dan semangat dari seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Makassar dan Sulawesi Selatan, agar proses produksi film ini dapat berjalan lancar dan menjadi karya yang membanggakan daerah serta bangsaIndonesia. (wis)





