Starlink Pindahkan Orbit Satelit untuk Hindari Tabrakan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Starlink akan memulai konfigurasi ulang konstelasi satelitnya.

Starlink Pindahkan Orbit Satelit untuk Hindari Tabrakan. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Starlink akan memulai konfigurasi ulang konstelasi satelitnya dengan menurunkan seluruh satelit yang saat ini mengorbit di ketinggian sekitar 550 kilometer (km) menjadi 480 km sepanjang 2026.

Menurut Wakil Presiden Teknik Starlink SpaceX Michael Nicolls, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan ruang angkasa, seiring meningkatnya kepadatan wahana antariksa di atas Bumi. 

Baca Juga:
TNI AU Bawa Genset dan Starlink, Pulihkan Komunikasi di Lokasi Bencana Sibolga

Dengan menurunkan ketinggian, Starlink berharap dapat mengurangi risiko tabrakan antarsatelit maupun dengan puing antariksa.

Dilansir dari CNA pada Jumat (2/1/2026), rencana ini muncul setelah Starlink mengungkapkan pada Desember lalu bahwa salah satu satelitnya mengalami anomali di ruang angkasa.

Baca Juga:
Prabowo Kirim 17 Starlink Pulihkan Akses Komunikasi Terputus di Sumut

Insiden ini menyebabkan terputusnya komunikasi dengan satelit tersebut pada ketinggian sekitar 418 km. Insiden tersebut tergolong kecelakaan kinetik yang jarang terjadi bagi operator internet satelit tersebut.

Perusahaan mengatakan satelit itu, yang merupakan bagian dari hampir 10.000 satelit dalam jaringan internet broadband Starlink, dengan cepat jatuh sekitar empat km dari ketinggian normalnya, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya ledakan internal.

Baca Juga:
Kemenperin Kirim Mobil Rescue dan Starlink Mobile ke Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

“Menurunkan ketinggian satelit akan mempersempit orbit Starlink dan meningkatkan keselamatan ruang angkasa dalam beberapa hal,” kata Nicolls dalam unggahan di platform media sosial X. 

Jumlah wahana antariksa di orbit Bumi telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, seiring perusahaan dan negara berlomba meluncurkan puluhan ribu satelit untuk layanan internet serta layanan berbasis ruang angkasa lainnya seperti komunikasi dan pencitraan Bumi.

SpaceX, yang sejak lama dikenal melalui bisnis peluncuran roketnya, kini menjadi operator satelit terbesar di dunia melalui Starlink, jaringan yang memancarkan layanan internet broadband kepada konsumen, pemerintah, dan pelanggan korporasi. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Satgas Pangan Sulsel Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Makassar Selama Tahun Baru
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
KSPI Akan Gugat UMP DKI 2026 ke PTUN Minggu Depan
• 2 jam laluidntimes.com
thumb
BPJPH Sebut Serapan Anggaran 2025 Capai 99,2%, Beber Target Prabowo di 2026
• 21 jam laludetik.com
thumb
BNPB Sebut Akses Jalan Nasional di Aceh Sudah Pulih
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Politikus PDIP Tanggapi Usulan Pilkada lewat DPRD untuk Efisiensi
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.