Hotman Paris Ajak Patungan Bangun Rumah Nenek Elina yang Dibongkar Samuel dan Ormas di Surabaya: Simbol Perjuangan Rakyat

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara kondang Hotman Paris menyoroti kasus sengketa lahan rumah nenek Elina Widjajanti (80) dengan Samuel Ardi Kristanto (44) dan rombongan diduga ormas Madas di Surabaya.

Rumah nenek Elina Widjajanti sendiri rata dengan tanah setelah dihancurkan Samuel Cs di kawasan Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Hotman Paris mengajak warga Surabaya dan masyarakat Indonesia untuk patungan. Hal ini menunjukkan aksi solidaritas sekaligus kepedulian terhadap nenek Elina.

"Ayo ramai-ramai kumpulkan dana dirikan lagi rumah di situ," kata Hotman Paris dilansir tvOnenews.com dari unggahan Instagram @hotmanparisofficial, Jumat (2/1/2026).

Alasan Kumpulkan Donasi untuk Rumah Nenek Elina
Pengacara Hotman Paris Hutapea
Sumber :
  • Instagram Hotman Paris

Ia menjelaskan, alasan mengajak masyarakat Indonesia berdonasi untuk bangun rumah di kawasan Dukuh Kuwukan tersebut sebagai cara memenangkan status nenek Elina.

Hal ini mengingat rumah nenek Elina dibongkar oleh Samuel dan gerombolan preman sejak 6 Agustus 2026. Ironisnya, nenek berusia 80 tahun itu juga diusir paksa oleh Samuel cs.

"Salah satu cara memenangkan si nenek itu yang rumahnya dibongkar para preman," terangnya.

Hotman Paris mempercayai dengan kekuatan kekompakan masyarakat Indonesia. Ia meyakini kediaman nenek Elina kembali berdiri seperti semula di lahan tersebut.

"Ayo para dermawan seluruh Indonesia, terutama Jawa Timur, ramai-ramai dalam waktu dekat dirikan lagi rumah ibu itu di atas tanah itu," ajak dia.

 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Hotman menegaskan, kekompakan dari masyarakat Indonesia untuk membangun rumah nenek Elina sebagai simbol menyalurkan suara rakyat.

Menurutnya, aksi solidaritas untuk nenek Elina menjadi upaya perlawanan terhadap para mafia tanah. Iameyakini tidak ada lagi para pelaku berbuat semena-mena ke rakyat kecil.

Samuel dan rombongan preman tersebut melakukan penggusuran tanpa adanya upaya hukum. Tindakan seperti ini telah melanggar sekaligus menindas rakyat.

"Dan rumah itu menjadi simbol perjuangan dari rakyat kecil. Itu salah satu cara strategi paling bagus untuk mengalahkan para pelaku," tegasnya.

"Kumpulin dana dari para donatur untuk mendirikan rumah dari nenek itu di rumah yang terbongkar. Itu akan membuat para pelaku langsung kalah 12-0," sambungnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Balik di Bandara YIA Diprediksi Minggu 4 Januari
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
62 Kasus Super Flu yang Heboh di AS Sudah Masuk RI, Terbanyak di Jatim
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Termasuk Jakarta, Ini Daftar 9 Provinsi yang Kapasitas Fiskalnya Turun Kasta
• 49 menit lalubisnis.com
thumb
Purbaya tarik Rp75 T buat belanja K/L, jamin tak ganggu sistem ekonomi
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Komisi II DPR: Kepala Daerah Dipilih DPRD Demokratis dan Konstitusional
• 13 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.