Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Tumbuh Agresif

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Pemerintah dan Bank Indonesia optimistis penguatan investasi serta kebijakan fiskal-moneter mampu mendorong pertumbuhan hingga 6 persen.

Pemerintah Indonesia bersama otoritas moneter menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek ekonomi nasional pada tahun 2026. Sinergi kebijakan strategis dan pemulihan indikator domestik diyakini mampu membawa laju pertumbuhan melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa fondasi ekonomi yang kuat telah terlihat sejak pengujung 2025. 

Ia menyoroti stabilitas konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga, tercermin dari lonjakan Mandiri Spending Index (MSI) yang mencapai level 312,8 pada November 2025.

"Indikator risiko untuk tahun 2026 telah termitigasi pada tahun ini," ujar Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Jumat 2 Januari 2026 di Jakarta. 

Ia menambahkan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan berada di angka 5,4 persen, didukung oleh realisasi investasi yang hingga September 2025 telah menembus Rp 1.434 triliun.

Airlangga optimistis bahwa hambatan global besar seperti dampak pandemi dan ketegangan geopolitik telah berhasil dilalui. Menurutnya, fokus saat ini adalah memaksimalkan momentum investasi yang kini diperkuat oleh peran BPI Danantara.

Akselerasi Melalui Sinkronisasi Kebijakan

Senada dengan pandangan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan target yang lebih ambisius. 

Purbaya menilai ambang batas pertumbuhan 6 persen bukan hal yang mustahil untuk dicapai pada 2026, mematahkan tren stagnasi di level 5 persen selama satu dekade terakhir.

Strategi utama yang disiapkan Kementerian Keuangan meliputi percepatan belanja negara di awal tahun serta sinkronisasi yang lebih erat antara kebijakan fiskal dan moneter.

"Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan Gubernur Bank Sentral untuk memastikan kebijakan moneter dan fiskal berjalan selaras tanpa ada intervensi," kata Purbaya 

Pemerintah juga mulai mengintensifkan sidang debottlenecking untuk mengurai kendala di sektor lapangan usaha. Langkah ini diklaim mulai menarik minat investor mancanegara, termasuk dari Singapura, yang melihat komitmen pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi secara konsisten.

Dukungan Stimulus Moneter

Dari sisi otoritas moneter, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2026 berada dalam rentang 4,9 hingga 5,7 persen, dengan potensi penguatan berlanjut pada 2027.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa BI akan tetap mempertahankan kebijakan makroprudensial yang longgar guna memacu penyaluran kredit perbankan. 
BI menargetkan pertumbuhan kredit berada di kisaran 8-12 persen pada tahun depan.

"Koordinasi dalam KSSK akan terus diperkuat untuk mengatasi permasalahan suku bunga di perbankan," ungkap Perry.

 Ia juga menekankan pentingnya inovasi sistem pembayaran digital, termasuk pengembangan Rupiah Digital dan perluasan layanan QRIS lintas negara sebagai motor penggerak ekonomi baru.

Melalui belanja negara yang telah digelontorkan sebesar Rp 1.109 triliun hingga akhir November 2025, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap tangguh dalam menghadapi dinamika ekonomi global di tahun-tahun mendatang.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
40 Orang Tewas dalam Kebakaran Resor Ski Mewah di Swiss, 115 Lainnya Terluka
• 18 jam laludetik.com
thumb
Imbas Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo, Menhub Minta Operator Patuhi Imbauan BMKG
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
148 PKL akan Tempati Food Street di Jalan Kartini Jember
• 19 jam laluberitajatim.com
thumb
Kini Jadi Tempat Curhat Wardatina Mawa, Umi Pipik Sempat Kasih Nasihat Menyentuh Ini
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Puluhan Ribu Warga Padati IKN Saat Perayaan Tahun Baru 2026 Meski Diguyur Hujan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.