Ini Sejumlah Tempat Wisata Alam di Lampung, Pilih Satu atau Mau Semuanya?

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Tempat wisata bernuasa alam menjadi salah satu destinasi liburan favorit masyarakat Lampung. Taman wisata alam, kebun binatang, pantai, hingga Taman Nasional Way Kambas, diserbu ribuan pengunjung satu pekan terakhir. Kira-kira, di mana saja tempatnya?

Di Kota Bandar Lampung, misalnya, ada Farmday Mountain Side, yang belum sebulan dibuka. Tempat ini berada di area Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Lokasinya tepat di jantung kota.

Berbagai jenis pohon, mulai dari sonokeling, durian, medang, aren hingga kakao bisa ditemui di sana. Pengunjung juga bisa menikmati kesegaran udaranya. Lokasinya dekat Gunung Betung yang memiliki ketinggian 1.240 meter dari permukaan laut.   

Tak hanya itu, wisatawan juga dapat berinteraksi langsung dengan puluhan rusa yang dipelihara di sana.  Sejumlah fasilitas penunjang, seperti kafe dan tempat bersantai yang nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama. Tarif masuknya juga relatif terjangkau, Rp 15.000 per orang.   

Dimas, pemilik Farmday Mountain Side mengatakan, sejak dibuka pada 11 Desember 2025, jumlah pengunjung sudah tembus 6.000 orang. Selain warga Bandar Lampung, tidak sedikit pula pengunjung yang berasal dari luar kota.

“Jumlah pengujung ini di luar ekspektasi kami, jauh lebih banyak dibandingkan perkiraan. Konsep wisata alam dan hutan ini disambut baik masyarakat,” kata Dimas kepada Kompas, Jumat (2/1/2026).

Dalam mengoperasikan tempat wisata ini, Dimas mengatakan, bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung. Alasannya, lokasi itu semula adalah tempat penangkaran rusa yang dikelola pemerintah daerah.

Sejak awal, Dimas berharap, wisata bernuansa alam ini dapat ikut menghilangkan penat pengunjung dari hiruk-pikuk perkotaan. Karena itulah, dia menyebut tidak ingin berhenti menawarkan pengalaman itu. Ada sejumlah pengembangan yang akan dilakukan kelak.

”Salah satunya rencana mengembangkan jalur tracking di area seluas sekitar 13,5 hektar. Jalur itu diperuntukkan bagi wisatawan yang ingin mencoba jalan kaki jarak jauh di alam terbuka,” kata dia.

Kepala Dishut Lampung Yanyan Ruchyansyah menuturkan, kerjasama bersama pihak swasta ini dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi wisata alam yang dimiliki di Tahura. Dengan dikelola oleh profesional di bidang wisata, jumlah pengunjung di tempat itu diharapkan bisa meningkat pesat sepanjang tahun.

Dari situ, pemerintah berharap sektor kehutanan bisa berkontribusi lebih banyak bagi peningakatn pendapatan asli daerah. Tak hanya itu, kerjasama ini juga bisa mendorong keterlibatan swasta dan masyarakat dalam upaya konservasi rusa.

Selama ini, Dishut Lampung tidak mempunyai staf khusus yang mengembangkan pariwisata. Petugas kehutanan lebih fokus mengerjakan tugas pokok pendampingan petani hutan, patroli, hingga pengamanan hutan Tahura Wan Abdul Rachman seluas 22.249,31 hektar.

Sebelum dikelola swasta, jumlah kunjungan wisata ke penangkaran rusa itu rata-rata sekitar 230 orang per bulan. Namun, kini jumlahnya meningkat pesat menjadi ribuan pengunjung hanya dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

Serial Artikel

Berburu Durian di Bandar Lampung, dari Etalase Restoran hingga Lapak Kaki Lima

Masyarakat kini ramai-ramai berburu durian di pedagang kaki lima hingga restoran bintang lima.

Baca Artikel

Saat ini, pihaknya juga sedang menjajaki kerjasama dengan pihak swasta lain untuk pengelolaan jasa wisata di Tahura Wan Abdul Rachman. Pemerintah daerah menawarkan pada pihak swasta yang tertarik mengembangkan wisata minat khusus berbasis konservasi alam.

Yanyan menambahkan, swasta yang bekerjasama memang diminta untuk berkomitemen mendukung upaya konservasi. Sebagai contoh, pengelola tidak boleh menebang pohon di area pengelolaan. Sebaliknya, pengelola diminta mendukung upaya konservasi hutan.

Lembah hijau

Tak jauh dari Farmday Mountain Side, pengunjung juga bisa singgah di tempat lain yang tidak kalah menarik, seperti Taman Kupu-kupu Gita Persada dan Pusat Rehabilitasi Burung Berkicau. Di sana, masyarakat bisa belajar tentang upaya konservasi kupu-kupu dan burung kicau yang ada di Kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman.

Tempat wisata lain di Kota Bandar Lampung yang destinasi wisata favorit selama masa liburan adalah Taman Satwa Lembah Hijau. Lokasinya terletak di Jalan Raden Imba Kusuma Ratu Nomor 21, Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat.

Saat ini, terdapat sedikitnya 400 satwa yang dirawat di kebun binatang itu. Total ada 66 jenis satwa dan 51 jenis di antaranya merupakan satwa dilindungi.

Komisaris Utama Taman Wisata dan Taman Satwa Lembah Hijau M Irwan Nasution menuturkan, taman satwa itu dibangun dengan mengadopsi Singapore Zoo. Satwa tidak dikerangkeng, tetapi ditempatkan pada kandang open exhibit dengan pohon-pohon besar seperti kondisi di alam.

”Kami telah melakukan studi banding ke Singapore Zoo untuk mempelajari sistem kandang di kebun binatang itu,” kata Irwan.

Suasana di Taman Satwa Lembah Hijau memang rimbun dan segar. Kawasan menuju area kandang satwa dipenuhi tanaman dan pohon-pohon besar, seperti merbau, tangkil, durian, dan rambutan. Bunyi tonggeret juga terdengar seakan berada di dalam hutan.

Pengunjung juga bisa melihat satwa yang dirawat di kebun binatang seperti berada di alam bebas. Pengunjung bisa berfoto dengan berbagai jenis kakatua di area taman burung.

Tak hanya indah, Taman Satwa Lembah Hijau juga sukses mengembangbiakkan berbagai satwa langka secara eksitu. Beberapa satwa langka lahir di kebun binatang itu, seperti gajah, beruang madu, siamang, dan kakatua.

Gajah Way Kambas

Bergeser ke Kabupaten Lampung Timur, tempat wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur. Salah satu yang menarik adalah Pusat Latihan Gajah (PLG).

Dari Bandar Lampung, TNWK bisa ditempuh dalam waktu 2-3 jam dengan kendaraan pribadi atau travel khusus. Sampat saat ini, belum ada angkutan umum yang secara khusus melayani rute menuju TNWK.

Di sana, wisatawan dapat merasakan pengalaman memberi makan gajah dengan tumbuh-tumbuhan hingga memandikan gajah. Paket wisata lain yang disiapkan, antara lain, wisata susur sungai, tracking, atau pengamatan burung liar.

Serial Artikel

Way Kambas, Benteng Tertua Pelindung Fauna Pulau Sumatera

Dirintis sejak 1936 pada masa kolonial hingga ditetapkan sebagai kawasan konservasi sumber daya alam pada 1985, Taman Nasional Way Kambas, di Lampung Timur, Provinsi Lampung, merupakan taman nasional tertua di Indonesia.

Baca Artikel

Saat ini, wisata alam di taman nasional ini mengusung konsep konservasi satwa. Atraksi menunggang gajah sudah tidak diperbolehkan lagi karena melanggar animal welfare dan berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi wisatawan.

Wisatawan yang ingin berwisata ke PLG TNWK bisa masuk melalui tiga pintu yang ada di tiga desa, yakni Desa Labuhan Ratu VI, Labuhan Ratu VII, dan Labuhan Ratu IX. Di sana, warga desa telah menyiapkan mobil pariwisata untuk membawa wisatawan menjelajah dalam kawasan taman nasional.

Nandri Yulianto, Humas TNWK menuturkan, interaksi wisatawan dengan gajah tetap dapat dilakukan dengan didampingi pawang gajah. Pengunjung dapat menyentuh, memandikan, dan memberi makan gajah sambil menikmati suasana alam di taman nasional. Durasi interaksi dibatasi 10-15 menit.

Selama masa libur akhir tahun, kata dia, jumlah wisatawan yang datang ke TNWK meningkat pesat. Dalam satu hari, jumlah pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan orang.

Adapun di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran, deretan pantai indah siap menyambut wisatawan saat akhir pekan. Salah satu pantai yang punya pemandangan indah adalah Pantai Minang Rua, yang terletak sekitar 7 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Pantai Minang Rua menawarkan keindahan yang komplet. Tiba di sana, pengunjung akan disambut dengan pantai berpasir putih berpadu dengan ombak yang besar. Saat sore hari, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan matahari terbenam sambil bersantai di pinggir pantai.

Wisatawan juga dapat menikmati keindahan alam bawah laut dengan mencoba aktivitas menyelam di permukaan (snorkeling). Di sana juga terdapat Green Canyon, cekungan alami yang terbentuk dari batu karang menyerupai kolam yang asyik untuk tempat berenang.

Sekitar 700 meter dari pantai, terdapat Air Terjun Jamara setinggi 15 meter itu. Jika beruntung, pengunjung juga bisa melepas anak penyu yang baru menetas di kawasan konservasi di pantai itu.

Lokasi lain yang ramai dikunjungi wisatawan adalah Pantai Mutun dan Pulau Pahawang di Kabupaten Pesawaran. Di sana, pengunjung bisa berenang di pantai hingga menikmati keindahan bawah laut. Wisatawan bisa mencoba wisata bawah laut dengan menyelam untuk melihat hewan lain dan terumbu karang.

Jadi, mumpung waktu liburan akhir tahun masih tersisa setidaknya sepekan terakhir, tempat wisata mana yang akan anda datangi di Lampung. Bisa pilih salah satu atau justru ingin mencoba semuanya. Selamat liburan.

Serial Artikel

Pantai Tanjung Setia, ”Panggung” Peselancar Dunia di Ujung Barat Lampung

Pantai Tanjung Setia di Lampung jadi tuan rumah ajang selancar WSL Krui Pro 2025. Pantai ini memiliki ombak besar karena berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Baca Artikel

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mobil Tabrak 3 Motor-Pejalan Kaki: Kabur Lawan Arus, Tertabrak Kereta, 1 Tewas
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pengelola Ancol (PJAA) Cairkan Kredit Rp100 Miliar dari Bank Danamon
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sidang Cerai Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Masih Bergulir, Panitera Pengadilan: Penyampaian Kesimpulan
• 4 jam lalufajar.co.id
thumb
Lampaui Prediksi, Pengunjung Ragunan Tembus 113.398 Orang di Hari Pertama 2026
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Banjir Sumatra dan Alarm Dini Risiko Investasi Hijau Indonesia
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.