Bareskrim Tangkap 20 Tersangka Judol Internasional Sejak Agustus 2025

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menangkap 20 tersangka kasus judi online (judol) jaringan internasional. Puluhan tersangka tersebut ditangkap di sejumlah wilayah.

Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus-kasus yang diungkap Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. 20 Tersangka diamankan selama periode Agustus-Desember 2025.

"Tersangka sebanyak 20 orang, diduga jaringan internasional," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra dalam keterangan tertulis pada Jumat (2/1/2026).

Baca juga: Polda Metro Terima 4.272 Laporan Kejahatan Siber, Terbanyak Online Scam

Wira Satya mengatakan pengungkapan puluhan tersangka berdasarkan tiga laporan polisi. Dia menekankan pihaknya tak akan berhenti mengusut tuntas kejahatan judi online, sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi 20 orang ini terdiri dari tiga laporan kepolisian (LP) tipe A. Yaitu laporan yang dibuat penyidik saat mengetahui, menemukan, atau mendengar adanya suatu tindak pidana. Dari LP pertama ada 9 tersangka, LP ada 6 tersangka, dan LP ketiga ada 5 tersangka yang berhasil kami amankan," jelas Wira.

Dia menjelaskan dari 20 tersangka itu, penyidik telah memblokir 112 rekening bank yang digunakan untuk operasional sindikat-sindikat judi online ini. Wir Satya menerangkan para tersangka berperan sebagai administrator, operator, dan pemilik atau modal dari mesin atau engine situs judi online.

Situs judi online yang dimaksud adalah T6.com, WE88, Play With Confidence (PWV), dan 1XBET. Dia menegaskan sekali lagi, meski para tersangka sudah ditangkap, pengembangan akan terus dilakukan hingga tuntas.

"Kami tidak berhenti pada penangkapan pelaku. Penyidik terus menelusuri aliran dana, aset, serta pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk yang berperan dalam pencucian uang. Seluruh proses dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan," tambahnya.

Baca juga: Polda Metro Terima 74 Ribu Laporan Polisi di 2025, Tertinggi Se-Indonesia

Para tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP, Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda hingga Rp 10 miliar.




(ond/maa)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tes Kepribadian: Kucing atau Ikan yang Pertama Kali Dilihat? Ini Artinya Tentang Dirimu!
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Swiss Hadapi Proses Sulit Identifikasi Korban Kebakaran Bar Maut
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Prabowo Jawab Kritikan Menteri yang Kunjungi Lokasi Bencana: Untuk Tahu Masalah Bukan Sekadar Melihat
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.