Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Upaya percepatan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian yang terus digencarkan pemerintah menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya beras. Dengan dukungan penguatan infrastruktur air, kinerja sektor pangan menunjukkan tren positif.
Produksi beras nasional pada 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, sementara stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diperkirakan menyentuh 3,3 juta ton pada awal 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat fondasi produksi secara menyeluruh. Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi.
Menurutnya, pengelolaan air yang baik menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Ketersediaan air irigasi yang terencana memungkinkan petani mengatur masa tanam dengan lebih optimal, mengurangi risiko kekeringan saat musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas lahan.
“Keberhasilan pertanian sangat ditentukan oleh kualitas benih, ketersediaan pupuk, dan yang tidak kalah penting adalah ketersediaan air,” kata Mentan dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Januari 2026.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menambahkan bahwa sepanjang 2025 pemerintah telah melakukan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pertanian secara masif dan terintegrasi.
Langkah tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.
“Melalui Inpres ini, pemerintah mempercepat perbaikan irigasi, mengingat sekitar 60 persen daerah irigasi masih dalam kondisi kurang optimal dalam mendukung kebutuhan air persawahan,” jelas Hermanto.
Ia memaparkan, pada tahap pertama Inpres dengan target 280.880 hektare, realisasi mencapai 99,93 persen. Tahap kedua dengan target 225.775 hektare menunjukkan capaian 83,46 persen pada jaringan irigasi utama, 98,66 persen pada jaringan irigasi tersier, serta 92,25 persen pada pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah (JIAT).
Sementara pada tahap ketiga, dari target seluas 146.503 hektare, realisasi pembangunan jaringan irigasi utama mencapai 67,67 persen, jaringan irigasi tersier 87,57 persen, dan pembangunan serta rehabilitasi JIAT sebesar 93,91 persen.
Hermanto menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor, terutama melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), BBWS, dan BWS di daerah, serta dukungan pemerintah daerah.
Ke depan, pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 akan terus diperkuat melalui berbagai program strategis lain, seperti optimasi lahan dan cetak sawah rakyat di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menegaskan arah Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews




