Sejumlah jalan di Desa Duo Koto, Nagari Gaguak Malalo, Tanah Datar, Sumatera Barat, masih ambles imbas banjir bandang yang serentak terjadi di tiga provinsi di Sumatera pada November 2025 lalu.
Pantauan kumparan di lokasi pada Jumat (2/1), sejumlah titik di Jalan Duo Koto yang berada di pinggir sungai beraliran deras hilang dan sudah terbawa oleh banjir bandang itu. Kini, tanah bagian bawah jalanan itu dipenuhi oleh bebatuan.
Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat tak bisa melewati jalan akses keluar masuk desa. Sepeda motor pun juga harus ekstra hati-hati karena tidak ada pembatas antara jalan dan sungai.
Selain membuat warga tak bisa lewat, banjir tersebut juga membuat warga tak bisa melewati sungai karena jembatan terbawa banjir. Alhasil, warga membuat jembatan sementara menggunakan kayu-kayu dan batang pohon.
Belum terlihat adanya upaya perbaikan jalan tersebut setelah sebulan lebih bencana terjadi. Azri, seorang warga menuturkan bahwa kondisi itu berpengaruh kepada perekonomian warga.
“Efeknya pertama ekonomi. Yang kedua, untuk pertanian airnya gak bisa,” ucap Azri saat ditemui di lokasi, Jumat (2/1).
Ia menyebut jalanan tersebut adalah akses utama dari pengiriman logistik dari bawah bukit ke atas.
“Harapannya kalau minta bapak dibenahi lah, dibenahi sebisa mungkin,” ucap Azri.
Selain jalan yang ambles, Azri mengatakan banyak rumah juga hanyut terbawa banjir. Ada pula rumah yang rusak akibat bencana tersebut dan hampir ikut ambles juga. Katanya, rumah yang hanyut banyak yang berada di pinggir Danau Singkarak, tempat sungai bermuara.
“Yang lebih dahsyat belah bawah,” jelas Azri.
Pantauan kumparan, kondisi jalanan ambles itu terbentang sepanjang sekitar 200 meter. Saat disambangi, aliran sungai sedang kencang dengan air yang berwarna cokelat.





