Kudus (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengungkapkan pemerintah berencana menambah perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif untuk setiap sekolah sebagai bagian dari penguatan program digitalisasi pendidikan.
"Rencananya akan ada penambahan tiga unit IFP untuk masing-masing sekolah, sehingga nantinya total tersedia empat unit IFP di setiap sekolah," ujarnya saat meresmikan revitalisasi gedung SD Muhammadiyah 1 Kudus, Jumat.
Menurut dia kehadiran fasilitas IFP akan semakin memudahkan guru dalam proses pembelajaran karena tidak lagi bergantung pada kapur tulis dan papan konvensional. Selain itu, penggunaan papan interaktif dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih mudah dan menyenangkan bagi siswa.
"Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik. Guru juga lebih terbantu dalam menyampaikan materi," ujarnya.
Abdul Mu'ti menjelaskan, program digitalisasi pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden RI yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi di satuan pendidikan.
"Digitalisasi pendidikan ini bagian dari program prioritas Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas pembelajaran," ujarnya.
Baca juga: Mendikdasmen: Revitalisasi 141 sekolah di Kudus tuntas 100 persen
IFP sendiri berbeda dengan smart board biasa karena merupakan perangkat all-in-one yang berfungsi sebagai monitor, komputer, sekaligus papan tulis digital interaktif. Perangkat ini dapat digunakan tanpa koneksi internet, dengan materi pembelajaran yang dapat diunduh melalui kanal Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.
Pengadaan perangkat IFP memiliki dasar hukum yang kuat karena termasuk dalam program prioritas nasional, yang didukung oleh Instruksi Presiden (Inpres) serta Keputusan Bersama Presiden (Barpres).
Di Kabupaten Kudus, salah satu sekolah yang telah menerima bantuan papan interaktif tersebut adalah SMK Negeri 1 Kudus. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas manfaat nyata penggunaan IFP dalam kegiatan belajar-mengajar.
"Media pembelajaran ini sangat membantu guru dalam mengajar dan membuat siswa lebih mudah memahami materi. Bahkan hasil pembelajaran dapat langsung dibagikan melalui media sosial," ujar Kepala SMK Negeri 1 Kudus Aris Budiono.
Dengan penambahan IFP di setiap sekolah, pemerintah berharap kualitas pembelajaran semakin meningkat dan selaras dengan perkembangan teknologi digital.
Baca juga: Mendikdasmen paparkan skenario kurikulum selama masa darurat bencana
"Rencananya akan ada penambahan tiga unit IFP untuk masing-masing sekolah, sehingga nantinya total tersedia empat unit IFP di setiap sekolah," ujarnya saat meresmikan revitalisasi gedung SD Muhammadiyah 1 Kudus, Jumat.
Menurut dia kehadiran fasilitas IFP akan semakin memudahkan guru dalam proses pembelajaran karena tidak lagi bergantung pada kapur tulis dan papan konvensional. Selain itu, penggunaan papan interaktif dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih mudah dan menyenangkan bagi siswa.
"Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik. Guru juga lebih terbantu dalam menyampaikan materi," ujarnya.
Abdul Mu'ti menjelaskan, program digitalisasi pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden RI yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi di satuan pendidikan.
"Digitalisasi pendidikan ini bagian dari program prioritas Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas pembelajaran," ujarnya.
Baca juga: Mendikdasmen: Revitalisasi 141 sekolah di Kudus tuntas 100 persen
IFP sendiri berbeda dengan smart board biasa karena merupakan perangkat all-in-one yang berfungsi sebagai monitor, komputer, sekaligus papan tulis digital interaktif. Perangkat ini dapat digunakan tanpa koneksi internet, dengan materi pembelajaran yang dapat diunduh melalui kanal Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.
Pengadaan perangkat IFP memiliki dasar hukum yang kuat karena termasuk dalam program prioritas nasional, yang didukung oleh Instruksi Presiden (Inpres) serta Keputusan Bersama Presiden (Barpres).
Di Kabupaten Kudus, salah satu sekolah yang telah menerima bantuan papan interaktif tersebut adalah SMK Negeri 1 Kudus. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas manfaat nyata penggunaan IFP dalam kegiatan belajar-mengajar.
"Media pembelajaran ini sangat membantu guru dalam mengajar dan membuat siswa lebih mudah memahami materi. Bahkan hasil pembelajaran dapat langsung dibagikan melalui media sosial," ujar Kepala SMK Negeri 1 Kudus Aris Budiono.
Dengan penambahan IFP di setiap sekolah, pemerintah berharap kualitas pembelajaran semakin meningkat dan selaras dengan perkembangan teknologi digital.
Baca juga: Mendikdasmen paparkan skenario kurikulum selama masa darurat bencana



