Banda Aceh: Sebanyak 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh dikerahkan sebagai relawan tahap kedua untuk membersihkan dan mempersiapkan sekolah-sekolah, termasuk SD, SMP, hingga SMA/SMK terdampak bencana. Langkah ini dilakukan menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar-mengajar pada 5 Januari 2026.
"Pada tahap kedua ini, relawan ASN Pemerintah Aceh dikhususkan untuk membersihkan sekolah-sekolah, mengingat mulai 5 Januari aktivitas sekolah akan diaktifkan," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Jumat, 2 Januari 2026.
Muhammad MTA mengatakan penugasan ini berfokus pada penyiapan infrastruktur pendidikan. Para ASN mulai diterjunkan ke kabupaten/kota terdampak pada Jumat, 2 Januari 2026.
Baca Juga :
Sekolah di Aceh Mulai Aktif Kembali 5 Januari 2026Daerah dengan konsentrasi penugasan terbesar adalah Kabupaten Aceh Tamiang. Untuk menghindari kemacetan, pemberangkatan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).
"Keberangkatan tidak dilakukan pelepasan komunal, tetapi dilakukan secara mandiri oleh SKPA untuk menghindari kemacetan lalu lintas, terutama di jembatan penghubung Kuta Blang dan Awe Geutah, Kabupaten Bireuen," ujar Muhammad MTA.
Guru mengumpulkan buku dan alat belajar mengajar yang terkena lumpur bencana banjir di Aceh Tamiang, Sabtu, 20 Desember 2025. ANTARA/HO-Disdikbud Aceh Tamiang
Setiap SKPA bertanggung jawab atas fasilitas operasional relawannya, termasuk peralatan kerja dan dapur umum. Di lokasi, mereka akan berkoordinasi dengan pos komando setempat serta bergabung dengan petugas dan relawan lain, seperti BNPB, TNI/Polri, dan masyarakat.
Penugasan relawan ASN ini akan terus dilakukan secara bertahap dan simultan dalam waktu cepat dan beriringan. Berbagai langkah pemulihan terus dilakukan di bawah supervisi ekstra pemerintah pusat.
"Dalam beberapa kesempatan, Gubernur selalu berharap agar semua kita dapat terus bersatu demi Aceh lebih baik, bangkit dari bencana ini," pungkas Muhammad MTA.




