Demo Berujung Rusuh Besar Pecah di Iran, Enam Orang Tewas

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Demonstran dan pasukan keamanan terlibat bentrok berujung maut di sejumlah kota di Iran pada Kamis (1/1). Menurut laporan AFP, enam orang tewas akibat unjuk rasa tersebut.

Demonstrasi bermula pada Minggu (28/12), saat para pemilik toko melakukan mogok kerja. Mereka protes karena harga kebutuhan pokok melambung tinggi dan adanya stagnasi ekonomi yang menyebar di Teheran.

Kantor berita Iran, Fars, melaporkan dua orang tewas dalam bentrok antara pasukan keamanan dan demonstran di Kota Lordegan, Chaharmahal dan Bakhtiari. Disusul tiga orang korban lainnya ditemukan tewas di Azna, dekat Provinsi Lorestan.

Para demonstran melakukan aksi lempar batu ke gedung-gedung pemerintah, kantor gubernur, masjid, alun-alun, bank, sampai Gedung Yayasan Martyr. Berbagai bangunan itu pun dilaporkan rusak parah. Petugas kepolisian kemudian merespons dengan gas air mata. polisi menahan sejumlah orang yang disebut sebagai pemimpin kelompok demonstran.

Di Azna, Fars menyebut massa memanfaatkan aksi protes untuk menyerang komisariat kepolisian. Sebelumnya, media pemerintah melabeli demonstran sebagai "perusuh". Hal ini diawali ketika televisi pemerintah setempat melaporkan seorang anggota pasukan keamanan tewas dalam aksi semalam di kota Kouhdasht bagian barat.

"Seorang anggota Basij berusia 21 tahun dari Kouhdast, terbunuh di tangan perusuh saat bertugas", ujar Deputi Gubernur Lorestan, Said Pourali.

Basij adalah pasukan sukarelawan paramiliter yang terafiliasi oleh Pasukan Revolusi Iran. Pourali mengatakan, selama aksi lempar batu di Kouhdast, 13 polisi and dan anggota Basij terluka".

Sementara itu di Hamedan Barat, kantor berita Tasnim memberitakan massa membakar sepeda motor, setelah gagal membakar masjid. Tak hanya itu, sebanyak 30 orang di sebuah distrik di Teheran juga ditangkap atas dugaan pelanggaran ketertiban umum dalam operasi terkoordinasi oleh dinas keamanan dan intelijen setempat.

Protes ini telah menjadi yang terbesar di Iran sejak 2022, ketika kematian Mahsa Amini dalam tahanan memicu unjuk rasa nasional.

Namun protes terbaru ini belum sampai meluas ke seluruh negeri dan tidak sebesar demonstrasi soal kematian Amini, yang ditahan karena tidak mengenakan jilbab, sesuai keinginan pihak berwenang. Jumlah korban protes Amini mencapai ratusan orang, termasuk puluhan anggota keamanan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ancaman Gempa Raksasa di Indonesia Kian Nyata, Ini Temuan Terbarunya
• 14 jam lalueranasional.com
thumb
Aturan Masuk Kerja di Hari Libur Nasional, Pengusaha Wajib Bayar Upah Lembur
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Aktivis dan Influencer Diteror, LPSK Minta Korban Segera Melapor
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Sejumlah Pekerja Tertimbun Longsor di Jatinangor, 3 Sudah Dievakuasi
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Hari Pertama Perdagangan Saham 2026, IHSG Ditutup Melesat 1,17 Persen ke 8.748
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.