jpnn.com, PEKANBARU - Pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, mengalami kebocoran dan mengeluarkan api pada Jumat (1/1/2026) sore.
Pada insiden itu suara ledakan yang disusul semburan api setinggi sekitar 15 meter dari titik pipa gas yang tertanam di dalam tanah.
BACA JUGA: Pipa Meledak, Cirebon Krisis Air
Kapolres Indragiri Hilir Farouk Oktora menegaskan bahwa hingga saat ini situasi di lokasi kejadian masih dalam kondisi aman dan terkendali, serta tidak menimbulkan korban jiwa maupun dampak langsung terhadap permukiman warga.
Begitu menerima laporan dari Kapolsek Kemuning, pihaknya langsung memastikan personel berada di lokasi untuk melakukan pengamanan.
BACA JUGA: Pipa Gas Meledak, 12 Orang Tewas, 138 Luka-luka
“Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat. Untuk sementara, warga diminta tidak mendekati lokasi kebocoran,” kata Farouk Jumat malam.
Farouk menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.35 WIB.
BACA JUGA: Pipa Gas Meledak dan Menyemburkan Api Setinggi 2 Meter, Warga Berhamburan Keluar
Berdasarkan laporan awal, masyarakat sekitar lebih dahulu mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari pipa gas.
Tak lama kemudian, api menyembur dari titik kebocoran dan hingga sore hari masih terlihat menyala, meskipun cuaca di lokasi dilaporkan hujan lebat.
Tidak ada rumah penduduk yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut, karena jarak titik api dengan permukiman warga sekitar 500 meter.
Namun, insiden tersebut menyebabkan arus lalu lintas Jambi-Riau mengalami gangguan.
“Kami sudah menginstruksikan pengaturan lalu lintas di jalur Lintas Timur. Personel disiagakan untuk menutup arus kendaraan dari arah Pekanbaru maupun Jambi apabila situasi berkembang dan dinilai berisiko,” jelasnya.
AKBP Farouk Oktora mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia memastikan perkembangan situasi di lapangan akan terus dipantau dan dilaporkan secara berkala.
“Kami minta masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan adalah yang utama. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” tutur Farouk. (mcr36/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Rizki Ganda Marito




