Jakarta, IDN Times - Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, menyebut Israel memiliki niat buruk di balik pengakuan resminya terhadap Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Somalia 34 tahun silam. Ia menuding negara Yahudi tersebut berencana merelokasi paksa warga Palestina dari Gaza ke Somaliland.
“Israel tidak memiliki niat damai dalam kehadirannya di Somalia. Ini merupakan langkah yang sangat berbahaya, dan seluruh dunia—terutama bangsa Arab dan umat Muslim—harus memandangnya sebagai ancaman serius,” kata Mohamud dalam wawancara dengan Al Jazeera.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Israel, pekan lalu, menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Somaliland. Somalia dan negara-negara lain mengecam langkah tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional sekaligus ancaman terhadap stabilitas regional.
Somalia tetap mengklaim kedaulatannya atas Somaliland, meski wilayah tersebut telah membentuk pemerintahan sendiri sejak memerdekakan diri secara sepihak pada 1991.



