Harga Minyak Melemah di Hari Perdagangan Pertama 2026

idxchannel.com
2 hari lalu
Cover Berita

Harga minyak ditutup melemah pada Jumat (2/1/2026), hari perdagangan pertama 2026, setelah mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2020.

Harga Minyak Melemah di Hari Perdagangan Pertama 2026. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak ditutup melemah pada Jumat (2/1/2026), hari perdagangan pertama 2026, setelah mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2020.

Pelaku pasar menimbang kekhawatiran kelebihan pasokan dengan berbagai risiko geopolitik, termasuk perang di Ukraina dan isu ekspor Venezuela.

Baca Juga:
Harga Emas Menguat di Awal 2026, Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

Kontrak berjangka (futures) Brent ditutup turun 0,20 persen menjadi USD60,75 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) melemah 0,20 persen ke level USD57,32 per barel.

Melansir dari Reuters, Rusia dan Ukraina saling melontarkan tuduhan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru, meskipun perundingan yang diawasi Presiden AS Donald Trump terus berlangsung untuk mengakhiri perang yang telah berjalan hampir empat tahun.

Baca Juga:
Asing Borong Saham Konglo dan Perkapalan di Hari Pertama Perdagangan 2026

Kyiv disebut meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia dengan tujuan memangkas sumber pendanaan Moskow bagi operasi militernya.

Di sisi lain, pemerintahan Trump pada Rabu memperketat tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan dan kapal tanker terkait yang disebut beroperasi di sektor minyak Venezuela.

Baca Juga:
Geliat Saham Grup Bakrie di Awal 2026, DEWA dan VKTR Sentuh Rekor Tertinggi

Dalam wawancara Tahun Baru, Maduro menyatakan negaranya terbuka menerima investasi AS di sektor minyak, bersedia berkoordinasi dalam pemberantasan perdagangan narkoba, serta membuka peluang dialog serius dengan AS.

Trump juga mengancam akan membantu para demonstran di Iran jika aparat keamanan menembaki mereka, di tengah gelombang kerusuhan yang telah berlangsung beberapa hari dan disebut menjadi ancaman internal terbesar bagi otoritas Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Analis senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan, meski diwarnai berbagai ketegangan geopolitik, pasar minyak tampak tidak banyak bereaksi.

Menurut dia, harga minyak masih terjebak dalam kisaran perdagangan jangka panjang, dengan keyakinan pasar bahwa pasokan tetap melimpah apa pun yang terjadi.

Di Timur Tengah, krisis antara produsen OPEC Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terkait Yaman semakin dalam setelah penerbangan di Bandara Aden dihentikan pada Kamis.

OPEC+, yang terdiri atas Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan para produsen sekutu, dijadwalkan menggelar pertemuan pada Minggu.

Analis Sparta Commodities June Goh mengatakan pelaku pasar secara luas memperkirakan kelompok tersebut melanjutkan jeda kenaikan produksi pada kuartal pertama.

Ia menilai 2026 akan menjadi tahun penting untuk menilai keputusan OPEC+ dalam menyeimbangkan pasokan.

June Goh menambahkan, China diperkirakan terus membangun cadangan minyak mentah pada paruh pertama tahun ini, yang menjadi penopang bagi harga minyak.

Sepanjang 2025, harga acuan Brent dan WTI masing-masing turun hampir 20 persen, menjadi penurunan terdalam sejak 2020. Untuk Brent, ini merupakan tahun ketiga berturut-turut mencatat pelemahan, yang menjadi rekor terpanjang dalam sejarah.

Analis Phillip Nova Priyanka Sachdeva mengatakan pergerakan harga yang cenderung datar mencerminkan tarik-menarik antara risiko geopolitik jangka pendek dan fundamental pasar jangka panjang yang mengarah pada kelebihan pasokan. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Balik Nataru, 24 Ribu Kendaraan Padati Tol Cipali Arah Jakarta Sore Ini
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AS Tangkap Presiden Venezuela, RI Serukan Dialog-Patuhi Hukum Internasional
• 13 jam laludetik.com
thumb
Susunan Pemain Manchester City vs Chelsea, Calum McFarlane Percaya dengan Skuadnya
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Mansyur S Ungkap Momen saat sang Istri, Rosidah Menghembuskan Napas Terakhir di Pelukannya
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Kronologi hingga Alasan Kenapa Maduro Ditangkap, Berikut Fakta-faktanya
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.