Jakarta: Whale shark atau ikan hiu paus tercatat sebagai ikan terbesar yang masih hidup di lautan dunia, menurut catatan World Wildlife Fund (WWF). Spesies ini menjadi perhatian global bukan hanya karena ukurannya yang luar biasa, tetapi juga karena perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut serta sifatnya yang relatif jinak terhadap manusia.
Hiu paus secara ilmiah dikenal dengan nama Rhincodon typus. Panjang tubuhnya dapat mencapai lebih dari 12 meter, bahkan dalam sejumlah catatan ilmiah disebut bisa tumbuh lebih panjang. Bobotnya mencapai puluhan ton, menjadikannya ikan terbesar dibanding seluruh spesies ikan lain yang masih hidup. Meski berukuran raksasa, hiu paus bukan predator ganas seperti gambaran umum tentang hiu.
Ciri khas hiu paus terletak pada pola bintik dan garis berwarna terang yang menyelimuti tubuhnya. Pola tersebut bersifat unik pada setiap individu dan kerap dimanfaatkan para peneliti sebagai penanda identifikasi alami. Tubuhnya umumnya berwarna abu-abu gelap hingga kebiruan, dengan bagian perut yang lebih terang.
Menurut WWF, habitat hiu paus tersebar luas di perairan tropis dan subtropis dunia. Spesies ini hidup di laut terbuka dan dikenal bermigrasi jauh mengikuti ketersediaan makanan. Hiu paus menyukai perairan hangat yang kaya plankton, termasuk di kawasan Samudra Pasifik, Samudra Hindia, dan Samudra Atlantik. Pada periode tertentu, hiu paus juga dapat mendekati pesisir, terutama saat terjadi ledakan populasi plankton.
Berbeda dengan hiu karnivor, hiu paus merupakan pemakan penyaring (filter feeder). Makanannya terdiri atas plankton, ikan kecil, telur ikan, dan organisme mikroskopis lainnya. Cara makannya dilakukan dengan membuka mulut lebar-lebar sambil berenang perlahan, lalu menyaring air laut melalui insang. Pola makan ini menjadikan hiu paus bagian penting dari rantai makanan laut dan berkontribusi dalam menjaga keseimbangan populasi organisme kecil.
WWF mencatat bahwa hiu paus termasuk spesies berumur panjang, dengan perkiraan usia dapat mencapai puluhan tahun. Namun, pertumbuhannya yang lambat membuat populasinya rentan terhadap berbagai ancaman akibat aktivitas manusia. Penangkapan tidak sengaja, tabrakan dengan kapal, serta degradasi habitat laut menjadi faktor utama yang memengaruhi kelangsungan hidup spesies ini.
Oleh karena itu, hiu paus telah masuk dalam daftar spesies yang dilindungi di berbagai negara. Upaya konservasi dilakukan melalui perlindungan hukum, penelitian ilmiah, serta pengaturan aktivitas wisata laut agar tidak mengganggu perilaku alami hiu paus.
Hiu paus bukan hanya ikon kebesaran lautan, tetapi juga indikator penting kesehatan ekosistem samudra. Mengacu pada kajian WWF, perlindungan terhadap hiu paus merupakan bagian dari tanggung jawab global dalam menjaga kelestarian laut. Keberlangsungan hidup spesies ini mencerminkan keseimbangan alam yang perlu dijaga bersama demi masa depan kehidupan laut dunia. (Keysa Qanita)
Baca juga: Lonjakan Kematian Paus di Teluk San Fransisco Picu Kekhawatiran Ilmuwan




