REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan jantung kerap diasosiasikan dengan nyeri dada hebat dan kondisi darurat yang dramatis. Namun, pada banyak perempuan, serangan jantung justru muncul dengan gejala menyerupai stres, flu, gangguan pencernaan, atau kelelahan.
Karena itulah, serangan jantung pada perempuan sering disebut sebagai silent heart attack atau serangan jantung senyap. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat penyakit kardiovaskular menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun secara global, menjadikannya penyebab kematian tertinggi di dunia. Meski demikian, kesadaran mengenai perbedaan gejala serangan jantung pada perempuan masih rendah, sehingga banyak yang terlambat mencari pertolongan medis.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Minum Jus Wortel Tiap Hari Baik untuk Jantung Hingga Tingkatkan Energi
- Cuma 10 Detik! Ahli Jantung Ingatkan Batas Waktu Kritis Menyelamatkan Korban Henti Jantung
- Labubu dan K-Pop Demon Hunters Dominasi Tren Konsumen Asia pada 2025
Berikut tujuh tanda serangan jantung senyap pada perempuan yang perlu diwaspadai seperti dilansir laman Hindustan Times, Sabtu (3/1/2026):
1. Nyeri pada rahang, leher, atau bahu
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Nyeri atau rasa tidak nyaman di rahang, leher, bahu, atau punggung atas sering terjadi meski tanpa nyeri dada. American Heart Association menyebut nyeri ini biasanya terasa tumpul, berat, atau seperti tekanan, dan kerap disalahartikan sebagai stres atau nyeri otot.
2. Kelelahan ekstrem yang tidak biasa
Dokter spesialis jantung, dr Purshotam Lal, mengatakan rasa lelah mendadak meski sudah cukup istirahat, bisa menjadi tanda awa. Studi dalam Archives of Internal Medicine menunjukkan kelelahan ekstrem dapat muncul beberapa hari hingga beberapa minggu sebelum serangan jantung.



