Performa Menurun, Momentum Tepat Bek PSM Yuran Fernandes Dapatkan Sentuhannya Kembali Bersama Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya

harianfajar
1 hari lalu
Cover Berita

FAJAR, SAMARINDA — Nama Yuran Fernandes pernah identik dengan dominasi. Di PSM Makassar, ia dikenal sebagai bek yang nyaris tak tersentuh di duel udara, pemimpin lini belakang, sekaligus ancaman nyata dalam situasi bola mati. Tak sedikit gol Juku Eja lahir dari sundulan kepalanya.

Namun citra itu kini mulai memudar.

Kekalahan PSM Makassar 1-2 dari Borneo FC di Stadion Segiri bukan sekadar kehilangan tiga poin. Laga ini menjadi cermin menurunnya satu aspek paling fundamental dari permainan Yuran Fernandes: duel udara dan stamina bertahan.

Ironisnya, dua gol Vinicius yang membalikkan keadaan seluruhnya lahir dari skenario yang selama ini menjadi “wilayah kekuasaan” Yuran.

Dari Bek Superior ke Titik Rawan

Sejak kedatangan Tomas Trucha, pendekatan bermain PSM Makassar mengalami perubahan signifikan. Intensitas bertahan meningkat, garis pertahanan lebih sering ditekan, dan bek tengah dituntut aktif membaca ruang—bukan sekadar mengandalkan kekuatan fisik.

Di titik inilah Yuran terlihat mulai tertinggal.

Pada menit ke-68, ia kalah timing dan adu badan saat mengawal Vinicius. Sundulan keras striker Borneo FC menyamakan skor. Situasi nyaris identik terulang di menit ke-87: umpan silang, duel udara, Yuran kalah, gol tercipta.

Dua momen krusial. Dua kegagalan dengan pola yang sama.

Bagi bek yang reputasinya dibangun dari superioritas udara, ini bukan sekadar kesalahan biasa—ini alarm.

Stamina Jadi Tanda Tanya

Sorotan tak hanya tertuju pada positioning, tetapi juga stamina. Dalam dua duel penentuan tersebut, reaksi Yuran tampak terlambat. Lompatan tak setinggi biasanya. Antisipasi datang sepersekian detik setelah lawan bergerak.

Apakah ini efek kelelahan? Adaptasi taktik yang belum matang? Atau sinyal awal penurunan performa?

Pertanyaan ini kian relevan mengingat nama Yuran masih berada dalam radar Timnas Tanjung Verde yang tengah membangun skuad kompetitif menuju Piala Dunia 2026.

Dampak hingga Level Internasional

Di level internasional, margin kesalahan jauh lebih sempit. Duel udara dalam kualifikasi Afrika atau putaran final Piala Dunia tak memberi ruang bagi bek yang kalah dua kali dalam skema serupa.

Jika di Super League Indonesia Yuran mulai kesulitan menghadapi crossing berulang, bagaimana saat berhadapan dengan penyerang-penyerang cepat dan agresif Afrika atau Eropa?

Reputasi masa lalu tak lagi cukup. Konsistensi performa terkini menjadi mata uang utama penilaian.

Masalah Sistem, Tapi Individu Tetap Dinilai

Memang benar, PSM selama ini terlalu Yuran-sentris. Sistem pertahanan runtuh ketika ia kalah duel. Minimnya cover antarbek dan koordinasi saat menghadapi crossing memperbesar risiko.

Namun di sepak bola level atas, bek sentral tetap dinilai dari duel-duel krusial—terutama duel udara, senjata utama Yuran selama ini.

Ketika senjata itu mulai tumpul, status “bek andalan” otomatis dipertanyakan.

Persimpangan Karier

Yuran Fernandes kini berada di persimpangan penting:

Bangkit dan beradaptasi dengan sistem Tomas Trucha

Atau terus terjebak dalam peran lama yang tak lagi efektif

Bagi PSM Makassar, ini soal evaluasi taktik.
Bagi Yuran, ini soal masa depan karier—termasuk di level tim nasional.

Piala Dunia 2026 bukan panggung nostalgia. Ia adalah panggung pemain yang berada di puncak kesiapan fisik dan mental.

Kembali ke Persebaya, Kembali ke Akar?

Menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, posisi PSM Makassar kian terjepit. Sejumlah pemain asing pilar utama dikabarkan masuk radar klub pesaing, dan satu nama paling menyita perhatian adalah Yuran Fernandes.

Bek asal Cape Verde itu disebut menjadi target serius Persebaya Surabaya—klub yang kini dilatih Bernardo Tavares, sosok yang sangat memahami karakter, kebutuhan, dan kekuatan Yuran sejak kebersamaan mereka di PSM.

Di tangan Bernardo Tavares, Yuran pernah berada di versi terbaiknya: disiplin, agresif, dominan di udara, dan percaya diri. Isu ini pun bukan sekadar rumor transfer, melainkan potensi ruang pemulihan performa.

Bagi Persebaya, Yuran adalah solusi instan di lini belakang.
Bagi Yuran, Persebaya bisa menjadi tempat untuk menemukan kembali sentuhan yang hilang.

Dilema PSM Makassar

Kabar ini jelas memicu kegelisahan di kalangan suporter Juku Eja. Yuran bukan sekadar pemain asing—ia adalah kapten, pemimpin di lapangan, dan figur sentral ruang ganti.

Masalahnya, kedalaman skuad PSM di lini belakang sangat terbatas. Dari komposisi yang ada, hanya Aloisio Neto yang dinilai memiliki karakter mendekati Yuran. Kehilangan satu poros tanpa pengganti sepadan berisiko mengguncang stabilitas tim.

Antara Bertahan atau Memulai Ulang

Kini pertanyaannya bukan hanya soal PSM atau Persebaya, tetapi soal arah karier Yuran Fernandes.

Bertahan dalam sistem yang tak lagi memaksimalkan kelebihannya,
atau memulai ulang di bawah pelatih yang pernah mengeluarkan versi terbaik dirinya.

Dalam sepak bola, kadang langkah mundur justru menjadi cara untuk kembali melompat lebih jauh.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Arus Balik Wisatawan Mulai Terlihat, Bandara Ngurah Rai Catat Lonjakan Keberangkatan Pasca Libur Nataru
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Resmi! Pemerintah Bebaskan PPh 21 untuk Pekerja di 5 Sektor Padat Karya pada 2026
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
7 Ramalan Baba Vanga untuk 2026: Isu Perang Dunia 3 dan Krisis Ekonomi
• 18 jam laluinsertlive.com
thumb
Kemenhub Evaluasi Penyelenggaraan Angkutan Nataru, Angka Kecelakaan Turun 7 Persen
• 37 menit laluidxchannel.com
thumb
Prajurit TNI Bantu Cukur Rambut Gratis Anak Pengungsi Bencana di Tapanuli Utara
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.