Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Minggu pagi (4/1/2026) dengan lontaran abu vulkanik berintensitas tebal.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, erupsi terjadi pada pukul 06.22 WIB. Kolom abu teramati membumbung hingga 800 meter di atas puncak, atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan bahwa material abu hasil erupsi terpantau cukup pekat dan menyebar mengikuti arah angin.
“Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke selatan dan barat daya. Aktivitas erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 125 detik,” ujar Sigit dalam laporan tertulis PVMBG, Minggu (4/1/2026).
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat erupsi tersebut. Meski demikian, PVMBG menegaskan potensi bahaya lanjutan masih perlu diwaspadai mengingat Gunung Semeru merupakan gunung api aktif dengan karakter erupsi yang fluktuatif.
Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, serta banjir lahar, terutama saat hujan mengguyur kawasan puncak.
PVMBG juga menetapkan radius aman sejauh 17 kilometer dari puncak gunung. Warga diimbau tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan, khususnya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
“Masyarakat diharapkan tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer,” jelas Sigit.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi lapangan untuk memastikan keselamatan warga. Masyarakat diimbau tetap tenang serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan instansi berwenang.
Editor: Redaktur TVRINews




