Detik-Detik Penangkapan Maduro: Operasi AS dan Upaya Kabur Terakhir ke Ruang Baja

metrotvnews.com
2 hari lalu
Cover Berita

Washington: Amerika Serikat merilis detail tambahan mengenai operasi militer berbahaya menjelang fajar yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Dalam operasi tersebut, pasukan komando AS dilaporkan mengejar Maduro yang sempat berupaya melarikan diri, namun akhirnya berhasil ditangkap.

Menurut laporan, sekitar sepekan sebelum operasi, terjadi percakapan telepon pribadi antara Presiden AS Donald Trump dan Maduro. Dalam percakapan itu, Trump secara tegas meminta Maduro mundur. Trump mengklaim Maduro “nyaris” menyerah, tetapi akhirnya memilih bertahan.

Pada saat itu, kapal perang AS disebut telah mendekati perairan Venezuela, sementara tim Central Intelligence Agency sudah berada di dalam negeri, memantau pergerakan Maduro—mulai dari kebiasaan, tempat tinggal, hingga detail personal lainnya.

Perintah final untuk menyingkirkan Maduro dengan kekuatan militer diberikan Trump sekitar pukul 22.46 waktu setempat (ET) pada Jumat. Lebih dari 150 pesawat militer, termasuk drone, jet tempur, dan pengebom, lepas landas dari 20 pangkalan militer serta kapal Angkatan Laut AS.

Pasukan elite AS telah mempelajari secara mendalam kompleks kepresidenan Maduro, menggunakan replika bangunan yang dibuat berdasarkan intelijen. Pendekatan ini disebut mirip dengan operasi di Abbottabad, Pakistan, yang menewaskan Osama bin Laden.

Menjelang serbuan, listrik di Caracas dilaporkan dipadamkan untuk memberi keunggulan taktis. Sistem pertahanan udara Venezuela dihancurkan untuk membuka jalur helikopter, sementara kompleks militer besar di Fort Tiuna dilaporkan terbakar.

Sekitar pukul 01.00 ET Sabtu, pasukan AS mendarat di sebuah “benteng militer yang dijaga ketat” di Caracas, tempat Maduro berada. Dalam waktu tiga menit, pasukan komando meledakkan pintu utama dan bergerak menuju lokasi Maduro. Tembakan terdengar saat pasukan tiba; beberapa helikopter AS terkena tembakan, namun masih dapat terbang.

Saat pasukan Operasi Khusus mendekati kamar Maduro, ia dan istrinya berusaha melarikan diri ke sebuah ruang berdinding baja. Maduro disebut mengandalkan pengawal Kuba untuk melindunginya.

“Ia berusaha menuju tempat aman,” kata Trump dalam konferensi pers. “Itu pintu yang sangat tebal dan berat. Ia sempat mencapai pintu itu, tetapi tidak berhasil menutupnya,” ujarnya.

Trump menambahkan, bahkan jika pintu tersebut berhasil ditutup, pasukan AS telah membawa alat pemotong berdaya tinggi dan dilatih untuk menembus dinding baja ruangan aman tersebut.

Sekitar lima menit setelah memasuki gedung, Delta Force melaporkan bahwa Maduro telah berada dalam penguasaan pasukan AS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aceh Tamiang Hadapi Krisis Air Bersih Pascabanjir Bandang
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kala Prabowo Sedih Saat Kunker ke Daerah: Anak-anak Panggil Saya, Kapan Terima MBG
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Dirut Jasa Marga: Sukses Melayani 5,8 Juta Kendaraan Lewati Jalan Tol Jasa Marga Group Periode Libur Nataru 2025/2026
• 32 menit laluantaranews.com
thumb
Manfaat Rutin Makan Bawang Putih Mentah Segar, Bantu Cegah Berbagai Penyakit
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Gelar Retret Menteri, Dasco: Satukan Visi agar Lebih Semangat Kerja untuk Rakyat
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.