Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan besok. Pertemuan itu digelar atas desakan dari Venezuela setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.
Dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Minggu (4/1/2026), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan serangan AS ke Venezuela tersebut berbahaya.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, telah meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB. Dia mengatakan AS telah melakukan agresi kriminal terhadap Venezuela.
"Sebagai tanggapan atas agresi kriminal yang dilakukan oleh pemerintah AS terhadap negara kami, kami telah meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB, badan yang bertanggung jawab untuk menegakkan hukum internasional," kata Gil.
"Tidak ada serangan pengecut yang akan menang melawan kekuatan rakyat ini, yang akan muncul sebagai pemenang," tambahnya.
Venezuela telah menuduh AS menyerang instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian dan menyatakan keadaan darurat nasional. Presiden AS Donald Trump juga telah mengkonfirmasi serangan 'skala besar' tersebut dan menyatakan Maduro dan istrinya telah ditangkap.
Kolombia, yang didukung oleh Rusia dan China, juga meminta pertemuan dewan yang beranggotakan 15 negara tersebut. Dewan Keamanan PBB telah bertemu dua kali pada bulan Oktober dan Desember 2025 terkait meningkatnya ketegangan antara AS Serikat dan Venezuela.
(haf/imk)



