JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah menduga narkotika bukan satu-satunya alasan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Venezuela hingga menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.
Hal tersebut disampaikan Teuku Rezasyah dalam dialog di Kompas Petang, Minggu (4/1/2026).
“Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia saat ini dan di kawasan benua Amerika tersebut, setelah Venezuela adalah Kanada dan baru sesudahnya negara-negara di Timur Tengah, itu yang pertama,” kata Teuku.
Mengenai Venezuela sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar, Teuku sebut hal ini membuat Amerika Serikat terpukul. Sebab, Venezuela melakukan hubungan dagang dengan China yang membuat negeri tirai bambu tersebut diprediksi akan berkembang luar biasa.
Baca Juga: Polres Jakut soal Penyebab Satu Keluarga di Warakas Tewas: Pemeriksaan Belum Keluar
“Amerika Serikat sangat terpukul dengan kenyataan bahwa Venezuela boleh melakukan hubungan perdagangan yang sangat intensif dengan China, di mana keadaan ini akan membuat industri China berkembang dengan luar biasa. Jadi saya pikir ini adalah dua keadaan yang (menjadi) alasan utama.”
Namun demikian, Teuku menekankan, cara yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela secara hukum internasional sangat terlarang. Bahkan, kata Teuku, tindakan tersebut melanggar UN Charter atau Piagam PBB.
“Territorial integrity and sovereignty, jadi keutuhan wilayah dan kedaulatan masing-masing dan kalaupun ada ada perselisihan itu diselesaikan secara damai,” ujar Teuku.
Baca Juga: SAR Temukan Jenazah Pelatih Valencia Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo: Laki-Laki, Warga Spanyol
“Untuk itu, ini yang dilakukan oleh Amerika Serikat itu suatu hal yang sangat terlarang, sangat berbahaya dan sangat mengancam hukum internasional. Di mana negara yang kuat akan menguasai tetangganya dan negara yang kuat akan menguasai negara yang lemah dan tujuan menghalalkan segala cara, ini yang terjadi.”
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- nicholas maduro
- as serang venezuela
- amerika serikat serang venezuela
- hubungan dagang venezuela china





