Surabaya (beritajatim.com) – Bali United dan Arema FC belum mampu memecah kebuntuan pada babak pertama laga lanjutan Super League pekan ke-16. Duel yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali pada Minggu (4/1/2026) malam, ditutup dengan skor 0-0 pada babak pertama.
Sejak peluit awal dibunyikan, Arema FC langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama hadir pada menit kedua melalui pergerakan di sisi kanan yang diakhiri sepakan Ian Puleio. Namun, bola meluncur lemah dan dengan mudah diamankan kiper Bali United, Mike.
Tekanan Arema berlanjut beberapa menit kemudian. Dedik Setiawan mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti, tetapi bola hasil tendangannya melebar ke sisi kanan gawang. Dalam lima menit awal pertandingan, Singo Edan tampil lebih dominan dalam penguasaan bola.
Bali United mulai keluar dari tekanan pada menit ketujuh. Boris nyaris membuka keunggulan usai menerima umpan Rahmat Arjuna, tetapi keterlambatan sepersekian detik membuat peluang emas itu terbuang.
Serangan tuan rumah kembali terlihat pada menit ke-18 melalui kombinasi rapi Jordy Bruijn dan Rahmat Arjuna. Jordy melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung di atas mistar gawang Arema FC.
Situasi panas terjadi di menit ke-26 saat kemelut tercipta di depan gawang Lucas Frigeri. Sepak pojok Bali United sempat dihalau Rifad, tetapi benturan dengan Boris di dalam kotak penalti membuat tensi pertandingan meningkat. Meski demikian, wasit tidak memberikan keputusan lanjutan.
Di masa tambahan waktu babak pertama, Bali United kembali mencoba menekan lewat eksekusi Kadek, namun lini belakang Arema FC tampil disiplin untuk menggagalkan peluang tersebut.
Hingga turun minum, kedua tim belum mampu mencetak gol. (faw/but)



