Xi Jinping dan Maduro Sama-sama Menganggap Kekuasaan Sebagai Nyawa, 6 Kesamaan Utama Terungkap

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pasukan khusus militer Amerika Serikat baru-baru ini berhasil menangkap Nicolás Maduro dan membawanya ke New York, Amerika Serikat, untuk diadili. Para pengamat menilai bahwa Maduro dan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping memiliki enam kesamaan utama dalam cara mereka mempertahankan kekuasaan, mengendalikan militer, dan memerintah negara. 

Demi berkuasa seumur hidup, keduanya mengikat nasib negara dengan kekuasaan pribadi, sehingga tugas utama militer bergeser dari melindungi negara menjadi “melindungi pemimpin”.

1- Merebut Kekuasaan dengan Kekerasan

Surat kabar Liberty Times mengutip analisis data yang dihimpun pihak berwenang Taiwan, yang menunjukkan bahwa Maduro dan Xi Jinping memiliki kemiripan tinggi dalam mempertahankan kekuasaan. Maduro meraih dan mempertahankan kekuasaan melalui kecurangan pemilu dan kekerasan. Meski Venezuela masih mempertahankan bentuk pemilu, Maduro menyingkirkan oposisi dengan mencabut kelayakan mereka, memanipulasi sistem penghitungan suara, serta mengerahkan militer dan polisi untuk menindas demonstrasi demi memaksakan masa jabatan baru.

Xi Jinping, di sisi lain, berupaya mempertahankan kekuasaan jangka panjang melalui perubahan konstitusi dan pembersihan lawan politik. Pada 2018, ia menghapus batas masa jabatan presiden melalui amandemen konstitusi, melanggar tradisi suksesi antargenerasi. Dengan dalih pemberantasan korupsi, ia melakukan “pembersihan internal partai” dan memusatkan kekuasaan pada dirinya sendiri.

Keduanya memandang pergantian kekuasaan sebagai jalan menuju kehancuran, lalu mengikat nasib negara dengan kekuasaan pribadi demi mencapai pemerintahan seumur hidup secara de facto.

2- Perdagangan Narkoba

Dalam hal ekspor narkoba dan aktivitas di wilayah abu-abu, Maduro dituduh membangun kartel narkoba tingkat negara. Melalui militer dan kelompok yang dikenal sebagai “Kartel Matahari”, rezimnya secara langsung terlibat dalam pengiriman kokain, menggunakan narkoba sebagai alat untuk memperoleh devisa dan menyuap militer. Ia pun secara resmi didakwa oleh Departemen Kehakiman AS.

Xi Jinping dituduh membiarkan ekspor fentanyl, dengan negara diduga mensubsidi atau membiarkan ekspor bahan kimia prekursor fentanil yang kemudian masuk ke Amerika Serikat melalui Meksiko. Hal ini dipandang sebagai bentuk “perang candu terbalik” dan perang sosial terhadap Barat.

Sumber yang mengetahui masalah ini menyebutkan bahwa keduanya memanfaatkan zat adiktif atau destruktif seperti narkoba sebagai alat perang asimetris untuk melemahkan ketahanan sosial dan kesehatan negara lawan.

3- Pengendalian Militer

Dalam hal pengendalian militer, Maduro menyerahkan urat nadi ekonomi negara—seperti minyak, pertambangan, dan distribusi pangan—kepada para jenderal militer, menjadikan militer sebagai “kelompok kepentingan bersama” yang harus membela Maduro demi melindungi diri mereka sendiri.

Xi Jinping menerapkan prinsip “partai mengendalikan senjata” untuk melakukan pembersihan politik. Melalui reformasi militer dan kampanye antikorupsi, ia menyingkirkan lawan-lawan politik, termasuk di Pasukan Roket, menuntut loyalitas mutlak, dan mengubah militer dari angkatan pertahanan nasional menjadi pasukan penjaga kekuasaan PKT dan pemimpinnya.

Kesamaan utama keduanya adalah keyakinan bahwa “kekuasaan lahir dari laras senjata”, sehingga misi utama militer bukan lagi membela negara, melainkan “melindungi pemimpin” dan menjaga stabilitas rezim.

4- Penindasan Brutal

Dalam menghadapi perbedaan pendapat, Maduro menerapkan metode “pemusnahan fisik dan pemenjaraan”. Melalui badan intelijen SEBIN, rezimnya melakukan penangkapan, penyiksaan, dan eksekusi di luar hukum, yang menyebabkan jutaan warga Venezuela melarikan diri dan menjadi pengungsi.

Xi Jinping menggunakan pendekatan “sentralisasi digital dan pendirian kamp konsentrasi” untuk mengawasi seluruh masyarakat Tiongkok. Ia membangun kamp-kamp di Xinjiang, memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong, serta menerapkan yurisdiksi lintas batas untuk mengancam para pembangkang di luar negeri.

Analisis menunjukkan bahwa keduanya secara sistematis menghancurkan masyarakat sipil, serta melabeli setiap suara oposisi sebagai “agen kekuatan asing” atau “penghasut subversi”.

5- Perampasan Ekonomi

Dalam model ekonomi, keduanya juga menunjukkan kemiripan besar. Maduro menjalankan “sosialisme predator” yang menyebabkan hiperinflasi dan keruntuhan ekonomi, sementara kelompok inti rezim memperkaya diri melalui pasar gelap dan selisih nilai tukar.

Xi Jinping mendorong kebijakan “negara maju, swasta mundur”, menekan perusahaan teknologi swasta, menegaskan dominasi BUMN, dan mengusung konsep “kemakmuran bersama” yang pada prakteknya dianggap menyedot kekayaan masyarakat dan memusatkan sumber daya ekonomi di tangan Partai Komunis.

6- Aliansi Anti-Amerika

Dalam aliansi internasional, Venezuela berperan sebagai garis depan anti-Amerika di Amerika Selatan, sementara PKT menjadi poros revisionis. Maduro membawa masuk pengaruh Rusia, Tiongkok, dan Iran, menjadikan Venezuela sebagai titik tumpu strategis.

Xi Jinping mendorong narasi “perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad”, berupaya menulis ulang aturan internasional, serta secara diam-diam mendukung negara-negara anti-Amerika seperti Rusia, Iran, dan Venezuela.

Para pengamat mengkritik bahwa dua rezim otoriter ini saling menopang satu sama lain, termasuk saling melindungi melalui pemungutan suara di Dewan HAM PBB dan forum internasional lainnya, guna melawan diplomasi berbasis nilai dari negara-negara demokratis. (Hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Respon Ridwan Kamil Usai Putusan Cerai dengan Atalia, Disebut Ada Upaya Pertahankan Pernikahan
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Nama Raffi Ahmad Disebut Pandji Pragiwaksono Dalam Stand-Up Comedy saat Bahas Praktik Pencucian Uang
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Hari ini, Richard Lee Bakal Diperiksa Sebagai Tersangka di Polda Metro
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Shin Min Ah Ditunjuk Jadi House Ambassador Louis Vuitton
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Di Tengah Lonjakan Harga, Pemegang Saham DEWA Lego 400 Juta Saham
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.