Dugaan Pelecehan Mahasiswi Unima, Dosen Dinonaktifkan

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Mardi Golindra

TVRINews, Manado

Universitas Negeri Manado menonaktifkan seorang dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi menyusul dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut penanganan kasus di lingkungan kampus.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Unima, Aldjon Nixon Dapa, menyampaikan penonaktifan dilakukan atas keputusan rektorat sambil menunggu proses lanjutan.

“Bapak Rektor sudah mengambil langkah dengan mengeluarkan surat penonaktifan dari dosen yang bersangkutan sebagai dosen dan menunggu status selanjutnya dari Tim Satgas dan kajian dari pihak kepegawaian,” ungkap Aldjon Nixon Dapa, dikutip Minggu, 4 Januari 2026.

Kasus ini mencuat setelah seorang mahasiswi berinisial EM (21) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Kabupaten Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa, 30 Desember 2025. EM diduga mengalami kekerasan seksual oleh dosen berinisial DM.

Berdasarkan surat yang ditulis korban, EM pernah melaporkan dugaan peristiwa tersebut kepada Satgas PPKPT Unima pada 19 Desember 2025. Hingga peristiwa tersebut terjadi, laporan korban disebut belum memperoleh tindak lanjut.

Pimpinan kampus menyatakan penanganan kasus diserahkan kepada tim terkait sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk proses kajian administrasi dan rekomendasi lanjutan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gempa Bumi M 6,2 Guncang Jepang, Tak Ada Peringatan Tsunami
• 6 jam laludetik.com
thumb
Menkum Ceritakan Perdebatan di Parlemen soal Pidana untuk Kumpul Kebo
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Satgas DPR RI ke Aceh, 14 Kementerian Berkantor di Posko Galapana
• 5 jam laludisway.id
thumb
Airlangga: Eskalasi AS-Venezuela Belum Berdampak pada Harga Minyak RI
• 23 jam lalumatamata.com
thumb
Elon Musk Bayangkan Robot Ada di Mana-mana, Cina Sudah Wujudkan
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.