Kronologi Predator Air Serang Satu Keluarga di Aceh, Sang Ayah Hilang Diseret ke Dasar Sungai

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan oleh tim SAR gabungan di Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Mereka tengah melacak keberadaan seorang petani bernama Hasan (63) yang dilaporkan hilang secara tragis setelah diserang predator air saat sedang melintasi sungai.

Peristiwa memilukan ini menimpa Hasan, warga Gampong Peunaron Baru, pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, mengonfirmasi bahwa korban menghilang setelah sampan yang ia tumpangi diserang oleh seekor buaya.

"Hasan dilaporkan hilang di sungai saat sampan ditumpanginya diserang buaya pada Sabtu (3/1), sekira pukul 16.00 WIB. Sedangkan dua orang lainnya selamat," ujar Afifullah dalam keterangannya, Minggu (4/1).

Kejadian bermula ketika Hasan bersama anaknya, Ali, dan keponakannya, Umar, sedang menyusuri Sungai DK-1 di Dusun Dataran Indah menggunakan sampan.

Tanpa peringatan, seekor buaya besar menyerang perahu kayu tersebut hingga terbalik dan melemparkan semua penumpangnya ke air.

Beruntung bagi Ali dan Umar, mereka berhasil berenang ke tepian dan menyelamatkan diri dari terkaman sang predator. Meski fisik mereka tidak terluka, guncangan psikologis akibat kejadian tersebut sangat mendalam.

"Korban selamat dilaporkan tidak mengalami cedera. Namun, keduanya terasa trauma dan butuh istirahat setelah tercebur ke sungai dan berhasil menyelamatkan diri dari serangan buaya," tambah Afifullah.

Momen paling menyayat hati adalah ketika Ali menyaksikan sendiri sang ayah diterkam oleh buaya tersebut. 

Berdasarkan penuturan Ali, setelah sang ayah tertangkap oleh rahang predator, tubuh Hasan langsung ditarik dan ditenggelamkan ke dasar sungai.

Setelah menerima laporan dari pihak kecamatan, BPBD Aceh Timur segera mengerahkan personel ke lokasi untuk memulai operasi penyelamatan.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih menyisir area sungai, baik di dalam air maupun di sepanjang bantaran daratan.

"Tim SAR dan Satgas BPBD masih mencari korban dengan menyisir sungai, baik di air maupun daratan. Tentunya semua berharap korban segera ditemukan," ujar Afifullah. (ant/dpi)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Respons KPK Soal Perpanjangan Pencekalan Mantan Menteri Agama Gus Yaqut
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Apa Hukumnya Jika Pasangan Meminta Hal ‘Aneh’ Saat Hubungan Suami Istri? Ini Penjelasan Buya Yahya
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Bukan Orang Baru, Ini Rekam Jejak Ole Gunnar Solskjaer yang Bisa Jadi Jawaban Manchester United di Masa Krisis
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Pengamanan Nataru Diapresiasi, Polri Diminta Pertahankan Pelayanan
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bantuan Indonesia untuk Palestina Makin Tepat Sasaran Usai Didukung Pemerintah
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.