Bisnis.com, JAKARTA — Harga rata-rata aneka beras, cabai, hingga daging ayam pada awal Januari 2026 berangsur turun di tingkat konsumen. Di sisi lain, harga minyak goreng rakyat Minyakita secara nasional masih melampaui harga eceran tertinggi (HET).
Berdasarkan panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 08.45 WIB pada Senin (5/1/2026), harga rata-rata beras premium di tingkat konsumen dibanderol Rp15.361 per kilogram. Harganya turun 2,78% dari HET nasional Rp14.900–Rp15.800 per kilogram.
Untuk harga beras medium, rata-rata harganya Rp13.378 per kilogram di tingkat konsumen, atau turun 13,69% dari HET nasional yang ditetapkan sebesar Rp13.500–Rp15.500 per kilogram.
Sementara itu, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog terpantau berada di level Rp12.371 per kilogram di tingkat konsumen, atau turun 8,36% dari HET nasional Rp12.500–Rp13.500 per kilogram.
Untuk komoditas pangan lainnya, Panel Bapanas mencatat harga cabai rawit merah di tingkat konsumen turun tipis 1,28% dari harga acuan penjualan (HAP) nasional Rp40.000–Rp57.000 per kilogram. Secara rata-rata, harga cabai rawit merah mencapai Rp56.272 per kilogram.
Kondisi serupa juga terjadi pada cabai merah keriting dengan harga rata-rata Rp41.344 per kilogram, atau berada di dalam rentang HAP nasional Rp37.000–Rp55.000 per kilogram. Harga rata-rata cabai merah besar dibanderol Rp36.887 per kilogram di tingkat konsumen.
Baca Juga
- Suntikan Tenaga untuk Bulog Demi Kawal Swasembada Pangan
- Harga Pangan Hari Ini, 3 Januari 2026: Cabai, Bawang Turun, Minyak Goreng Naik
- Stok Beras Bulog Capai 3,24 Juta Ton pada Awal 2026
Untuk pangan yang bersumber dari protein hewani, seperti daging ayam ras dibanderol Rp39.013 per kilogram atau turun 2,47% dari HAP nasional Rp40.000 per kilogram. Di sisi lain, harga rata-rata telur ayam ras naik 4,3% dari HAP nasional Rp30.000 per kilogram menjadi Rp31.290 per kilogram.
Berikutnya, harga rata-rata ikan kembung Rp41.845 per kilogram, ikan tongkol Rp33.338 per kilogram, dan ikan bandeng adalah Rp34.476 per kilogram di tingkat konsumen.
Lebih lanjut, harga rata-rata daging sapi murni turun 4,47% dari HAP nasional Rp140.000 per kilogram atau menjadi Rp133.738 per kilogram. Harga rata-rata daging kerbau segar lokal dan daging kerbau beku impor masing-masing Rp136.667 per kilogram dan Rp104.433 per kilogram.
Untuk harga rata-rata jagung pakan peternak dipatok Rp6.692 per kilogram atau naik 15,38% dari HAP nasional Rp5.800 per kilogram. Sedangkan harga rata-rata kedelai biji kering impor turun 10,14% dari HAP nasional Rp12.000 per kilogram menjadi Rp10.783 per kilogram.
Di sisi lain, harga rata-rata bawang merah di tingkat konsumen mencapai Rp43.667 per kilogram atau naik 5,22% dari HAP nasional Rp36.500–Rp41.500 per kilogram. Untuk rata-rata bawang putih bonggol dibanderol Rp40.264 per kilogram, atau mulai merangkak 0,66% dari HAP nasional Rp38.000–Rp40.000 per kilogram.
Harga rata-rata minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah masing-masing Rp20.871 per liter dan Rp17.287 per liter secara nasional, sedangkan harga rata-rata nasional Minyakita masih melampaui HET Rp15.700 per liter atau menjadi Rp17.366 per liter.
Kemudian, harga rata-rata gula konsumsi dan garam konsumsi masing-masing adalah Rp18.002 per kilogram dan Rp11.326 per kilogram. Untuk rata-rata tepung terigu kemasan dan tepung terigu curah masing-masing adalah Rp12.427 per kilogram dan Rp9.547 per kilogram.





