FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar siap menyukseskan pelaksanaan Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII 2026 tingkat nasional.
Kegiatan ini akan dipusatkan di Kampus Unismuh pada 12–14 Februari 2026 mendatang.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PD Muhammadiyah Makassar, Aminuddin A. Tarawe, Ph.D menyampaikan bahwa pihaknya intens melakukan koordinasi kepada semua sekolah Muhammadiyah se-Kota Makassar untuk menyukseskan acara olympicad tersebut.
“Alhamdulilah terus komunikasi, melihat persiapaan hingga pemetaan bakat siswa pada cabang lomba yang ada,” ungkapnya kepada media, Rabu (7/1/2026)
Lebih lanjut, Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar ini menyebut bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan khususnya sekolah berjumlah 63 sekolah, mulai satuan pendidikan SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.
“InsyaAllah sekitar 600 siswa siswi kita yang bakal diutus untuk semua cabang lomba, apalagi sebagai tuan rumah, siap menyambut para tamu,” tambahnya.
Tak hanya itu, Ia menambahkan bahwa kegiatan olympicad ini sesungguhnya sebagai wadah pengembangan skill dan kreativitas siswa.
“Makanya kita terus mendorong partisipasi aktif semua amal usaha sekolah, insyallah kalau kita bina dan matangkan persiapaan, siswa kita bisa juara,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, Dr. Pantja Nurwahidin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah kepada PWM Sulsel.
“Ajang ini merupakan perhelatan ilmiah yang sangat dinantikan. Dengan adanya OlympicAD VIII, sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan dapat menjadikannya sebagai momentum dan motivasi untuk kemajuan pendidikan Muhammadiyah,” ujar Pantja.
Diketahui bahwa OlympicAD VIII—yang akan digelar 12–14 Februari 2026, menorehkan sejarah baru: untuk pertama kalinya ajang dua tahunan ini keluar dari Jawa dan menetap di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebuah langkah yang dianggap simbol pemerataan pendidikan Muhammadiyah hingga ke kawasan timur Indonesia.
Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menyebut penunjukan Sulawesi Selatan bukan kebetulan.
“Ini momentum membangkitkan pendidikan Muhammadiyah di kawasan tengah dan timur. OlympicAD bukan sekadar lomba, tapi ruang berbagi pengalaman dan mempererat silaturahmi,” katanya.
Targetnya ambisius. Lebih dari 11 ribu siswa Muhammadiyah dari seluruh penjuru Indonesia diproyeksikan hadir.
Mereka akan bertarung di 35 cabang lomba—mulai dari sains, seni, olahraga, hingga keagamaan.
Di antaranya Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, IPA, Ekonomi, Astronomi, Kebumiaan, Informatika, News Reading in English, Ismu in Arabic, Ismu in English, Teknik Kendaraan, Ringan Otomotif, Teknik Bisnis Sepeda Motor, Robotika, Film Indie, Business Plan, Karya Tulis Ilmiah, Majalah Sekolah, Desain Website, Desain Poster.
Kemudian lomba Tilawahtil Qur’an, Fahmil Qur’an, Hifdzil Qur’an, Kaligrafi, Story Telling, Da’wah Digital, Esport, Musik Akustik Musikalisasi Puisi, Inovasi Pembelajaran Guru, Best Practice Pengelolaan Sekolah, Fashion, Kuliner hingga Senam Anak Indonesia Hebat. (sam/fajar)



