Malang: Meski kasus infeksi Influenza A (H3N2) subclade K atau yang populer disebut super flu mulai dilaporkan di sejumlah wilayah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan wilayahnya masih bebas dari virus tersebut. Hingga saat ini tidak ada laporan kasus suspek maupun terkonfirmasi di kota tersebut.
“Sampai saat ini, masih belum ada laporan baik suspek ataupun konfirmasi gejala super flu di Kota Malang,” ujar Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, Senin, 5 Januari 2026.
Pernyataan ini disampaikan menyusul rilis data Kementerian Kesehatan yang mencatat virus telah ditemukan di delapan provinsi, dengan jumlah kasus terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Di Jawa Timur sendiri, tercatat 23 kasus.
Meski belum ditemukan kasus, Dinkes Kota Malang tidak lengah. Kewaspadaan ditingkatkan dengan memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah antisipasi di seluruh layanan kesehatan. Husnul menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk teknis resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
“Kami masih menunggu petunjuk teknisnya seperti apa, karena arahan tertulis maupun arahan khusus dari Dinkes Provinsi Jatim masih belum ada. Namun, kami sudah mengimbau teman-teman medis baik di puskesmas maupun posyandu apabila ditemukan ada yang bergejala, maka bisa dilakukan deteksi awal untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit,” beber Husnul.
Baca Juga :
Terdeteksi Masuk Jabar, Dinkes Kota Bandung Waspadai Penyebaran Super Flu
Husnul menegaskan, kesiapan tenaga medis dan fasilitas kesehatan di Kota Malang sejatinya telah terbentuk kuat sejak pandemi covid-19. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga dalam menghadapi potensi ancaman kesehatan baru.
“Karena kita sudah belajar saat masa pandemi covid-19, maka teman-teman medis sudah memiliki banyak pengalaman. Sehingga, baik tenaga medis maupun fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun RSUD Kota Malang sudah siap,” ungkap Husnul.
Untuk penanganan yang lebih kompleks, Dinkes Kota Malang telah menyiapkan jejaring rujukan. “Apabila membutuhkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut, kami juga telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA),” tambahnya.
Terkait gejala, Husnul menjelaskan bahwa super flu memiliki kemiripan dengan influenza pada umumnya, namun dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi. “Super flu ini merupakan mutasi dari H3 ke H3N2 dan apabila bermutasi, maka biasanya menimbulkan beberapa gejala. Gejalanya hampir sama dengan flu biasa, tetapi derajatnya lebih berat,” jelasnya.
Ilustrasi Medcom.id
Sebagai langkah pencegahan utama, Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penggunaan masker saat sakit atau berada di kerumunan juga kembali dianjurkan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak bingung dan panik dengan adanya super flu ini. Tetap waspada dan jaga kesehatan, dengan cara saat beraktivitas di luar memakai masker serta mengonsumsi makanan bergizi,” tandas Husnul.
Data Kementerian Kesehatan yang dirilis sebelumnya menyebutkan, hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia, dengan mayoritas terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak. Kesiapsiagaan di tingkat daerah seperti Malang menjadi kunci untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

