CILEGON, DISWAY.ID -- Penangkapan pelaku pembunuhan anak politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuai sorotan dari pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, yang mempertanyakan motif di balik kasus tersebut.
Reza menyoroti kejanggalan yang muncul, setelah polisi mengaitkan pelaku pencurian di rumah anggota DPRD sebagai tersangka pembunuhan anak anggota PKS.
Menurutnya, fakta bahwa tidak ada barang berharga yang hilang dalam kasus pembunuhan menunjukkan pelaku tidak memiliki motif materi atau instrumental.
BACA JUGA:Alhamdulillah! Purbaya Perpanjang Pembebasan PPh, Pegawai yang Gajinya di Bawah Rp10 Juta Bisa Bebas Pajak
BACA JUGA:Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Berjalan Mulai 5 Januari
Sementara itu, pelaku yang ditangkap sedang melakukan pencurian, yang jelas bermotif instrumental.
“Pertanyaannya, apakah pelaku yang sama bisa memiliki dua motif sangat berbeda dalam dua aksi kejahatan di lokasi berbeda, atau justru pelaku pencurian itu bukan pelaku pembunuhan,” kata Reza kepada awak media, 4 Januari 2026.
Ia juga mempertanyakan kecepatan polisi dalam mengumumkan bahwa pelaku pencurian adalah pelaku pembunuhan.
Menurutnya, kesimpulan tersebut terindikasi kuat hanya bersumber dari pengakuan awal pelaku saat diinterogasi polisi.
"Faktanya, hingga kini belum pernah ditampilkan foto, sketsa wajah atau rekaman CCTV pelaku pembunuhan untuk dibandingkan dengan pelaku pencurian. Begitu juga dengan pembuktian ilmiah seperti kesamaan DNA atau sidik jari dari TKP pembunuhan," ujarnya.
BACA JUGA:Sejarah dan Makna Hari Korps Wanita Angkatan Laut yang Diperingati Setiap 5 Januari
BACA JUGA:Mahfud MD soal KUHAP Baru: Rawan Terjadi Jual-Beli Perkara!
Diterangkannya, pembunuhan anak yang terjadi pada 16 Desember 2025 berlangsung sangat brutal, dengan puluhan luka tusuk dan lebam.
Kekerasan seekstrem itu, menurutnya, secara psikologis sangat mungkin membuat pelaku ketakutan, kabur, atau mengalami trauma berat hingga menarik diri dari lingkungan sosial.
"Dalam konteks psikologis, mencengangkan jika hanya dua pekan setelah pembunuhan brutal itu pelaku kembali beraksi melakukan pencurian. Apakah sedemikian ‘profesionalnya’ pelaku hingga mampu menstabilkan guncangan jiwanya dengan cepat," terangnya.
- 1
- 2
- »


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)

