Medan, tvOnenews.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu'ti, meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Makanan Bergizi Gratis (SPPG-MBG) di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Minggu (4/1/2026) sore.
Dalam kunjungannya, Mendikdasmen mengapresiasi langkah konkret UMSU yang dinilai melampaui sejumlah program pemerintah berkaitan dengan MBG, pendidikan dan gerakan sosial- kemasyarakatan dan ekonomi umat.
Keberadaan fasilitas pendukung seperti pabrik roti, peternakan ayam dan sayuran dalam ekosistem SPPG UMSU, disebut sebagai contoh nyata program yang tidak berhenti pada konsep, tetapi menghasilkan modal sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, pendekatan seperti ini penting karena pekerjaan nyata akan melahirkan optimisme, bukan pesimisme di tengah masyarakat.
Kehadiran Muhammadiyah-Aisyiyah yang bersinergi dengan UMSU, telah dirasakan dalam bentuk solusi konkret.
“Alhamdulillah saya merasa sangat berbahagia melihat berbagai fasilitas yang sedang dibangun oleh Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara, yang pertama tadi saya sempat melihat SPPG yang masuk kualifikasi A, dengan bangunan yang sangat luas lebih dari 400 meter," kata Abdul Mu'ti, kepada tvOnenews, Minggu (4/1/2026).
Selain mengunjungi dapur SPPG-MBG, Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti, juga melakukan peninjauan progres pembangunan auditorium berkemajuan dan sport hall walidah, yang nantinya akan ditetapkan menjadi arena utama pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah 2027.
Ia menyebut, pembangunan auditorium dan sport hall di dinilai bukan hanya untuk kepentingan internal kampus, tetapi memiliki nilai strategis jangka panjang.
Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata edukasi (edu-tourism) yang mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kemudian ini saya berada di lokasi gedung yang nanti akan menjadi arena pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke 49 yang insyaallah dilaksanakan bulan November tahun 2027. Laporan yang saya terima dari pak Rektor sekarang progresnya baru 33 persen," sebutnya.
Sementara itu, Rektor UMSU, Prof Agussani, menyampaikan, pengembangan Kampus Terpadu dirancang sebagai kawasan edukatif terpadu yang tidak hanya melayani kepentingan akademik, tetapi juga menggerakkan masyarakat sekitar.



