Pakar Politik Amerika: Tangkap Maduro, AS Bisa Raup Keuntungan 303 Miliar Barel Minyak

realita.co
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA (Realita) – Menanggapi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) yang membuat dunia gempar, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyatakan memang Maduro menjadi target utama Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Donald Trump.

Ia menyebutkan, ada dua alasan Maduro ditangkap, yakni perdagangan senjata api ilegal dan keterlibatan dalam penyeludupan narkotika ke Amerika.

Baca juga: Dasco Temui 3 Ketum Parpol, Pengamat: Agar Koalisi Tetap Solid untuk Prabowo 2 Periode

“Berkat penangkapan ini, sejumlah sekutu Amerika ikut bersorak seperti Argentina, Equador sampai Israel. Bukan hanya itu, jutaan rakyat Venezuela pun ikut bersorak atas penangkapan pemimpin dikatator sosialis ini,” kata Jerry, Senin (5/1/2025).

Tapi sejumlah negara kolega dengan Venezuela seperti, China, Korea Utara, Kuba, Kolumbia, Prancis sampai Rusia tentu saja mereasa terusik dengan langkah Trump ini.

“Yang paling terpukul saya kira RRC, lantaran sejumlah pejabat China barusan bertemu dengan Maduro,” ujarnya.

Sejauh ini, Jerry memaparkan, sudah ada 4 kepala pemerintahan yang ditangkap dan diekstradisi AS. Diawali pada tahun 1901, pemimpin Filipina Emilio Aquinaldo, tahun 1990 Presiden Panama Manuel Noriega, tahun 2003 Pemimpin Irak Saddam Husein, dan terakhir Nicolas Maduro.

Baca juga: Mau Indonesia Tetap Demokratis, Pertahankan Pilkada Langsung

“Penangkapan ini, secara nyata, menunjukan kekuatan militer Amerika Serikat khususnya pasukan elit mereka Delta Force,” ujarnya lagi.

Dengan penangkapan ini, Jerry memperkirakan akan memperburuk hubungan AS dengan sejumlah sekutu Venezuela. Sebagai informasi, kini Mahkamah Agung menunjuk Wapres Dulcy Rodriquez menggantikan posisi Maduro.

Jerry menyatakan ada satu keuntungan Trump dengan take over (mengambil alih) Venezuela, yakni bisa menguasai hasil kekayaan alam Venezuela. Yaitu cadangan minyak terbesar di dunia yakni 303 miliar barel mengalahkan Arab Saudi, Iran, Irak dan UEA.

Baca juga: Jerry Massie Desak Kejagung dan Polri Usut Bandara Ilegal di Morowali

“Amerika saja hanya mempunyai cadangan hanya 74 miliar barel jauh di atas Venezuela,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada pemilu 2024, Maduro kalah pada Edmundo Honzales dalam pencalonannya tapi dia menggunakan kekuatan militer. Atas kejahatannya pemimpin kontroversial ini berpotensi dijerat 4 kali hukuman seumur hidup.jr

 

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengisian Kendaraan Listrik di Jatim Naik Lebih dari 250 Persen saat Libur Nataru 2025/2026
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dipanggil Pansus DPRD, Hotel Mulia Diduga Langgar Tinggi Bangunan dan Komersialisasi Pantai
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Nadiem Ternyata Copot 2 Pejabat Kemendikbud Karena Tak Setuju Pengadaaan Chromebook, P2G: Tapi Kalian Bela Korupsi
• 34 menit lalufajar.co.id
thumb
KPK Bicara Perkembangan Penyidikan Kasus Kuota Haji
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Pupuk Kaltim Lampaui Target, Produksi Tembus 6,7 Juta Ton Sepanjang 2025
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.