Polda Banten mengungkap modus pembunuhan Muhammad Axle Harman Miller (9 tahun), anak Anggota Dewan Pakar PKS Maman Suherman. Axle ditemukan tewas dengan 20 tusukan di rumahnya di Kompleks BBS 3, Kota Cilegon.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setiawan, mengatakan pelaku pembunuhan itu seorang pria berinisial HA (31) yang bekerja sebagai pegawai operator produksi di PT "CA".
HA berasal dari Kota Palembang, tinggal di rumah kontrakan di Cilegon bersama istri.
Dian mengungkapkan awalnya HA ingin merampok pada Selasa (16/12). Dia memilih target rumah secara acak dengan memencet bel untuk mengecek apakah rumah tersebut kosong atau tidak.
"Modusnya adalah yang bersangkutan memencet bel sampai 3 kali sampai dengan 4 kali. Apabila tidak ada yang merespons dianggapnya itu adalah rumah kosong, sehingga yang bersangkutan akan meloncat pagar dan melakukan aksinya," ucap Dian saat jumpa pers di Polda Banten.
Bila di rumah ada orang yang merespons maka dia akan berpura-pura menanyakan alamat.
Saat sampai di rumah korban dalam kondisi hujan lebat, HA memencet bel berkali-kali dan tidak ada yang merespons. HA kemudian melompat pagar antara pukul 13.30 WIB hingga 13.17 WIB.
HA kemudian menuju lorong di samping rumah dan mencongkel kamar pembantu dan masuk ke dalam rumah tersebut. Saat kejadian kebetulan tidak ada ART dan pegawai di rumah itu. Mereka sedang cuti.
"Yang bersangkutan menggunakan masker kemudian menggunakan helm full face, menggunakan sepatu bahkan menggunakan sarung tangan," jelas Dian.
Setelah berhasil masuk ke lantai 1, pelaku HA melihat ada sebuah brankas besar. Namun dia tidak berhasil membuka brankas tersebut dan memutuskan untuk naik ke lantai 2.
Di sana, HA melihat sebuah kamar dan saat dibuka ternyata korban Axle sedang bermain Hp di atas kasur. HA meminta korban untuk tidak berteriak dan bertanya di mana brankas. Korban mengaku tidak tahu.
"Selanjutnya korban dirangkul, dibawa kembali ke almari putih di dalam kamar utama bapaknya, di situ pelaku ini mau melakban korban," kata Dian.
Korban melawan dengan menendang pelaku sebanyak dua kali.
"Dari situ pelaku langsung menusuk korban, korban sempat teriak (tapi) semakin ditusuk. Setelah melakukan penusukan yang bersangkutan langsung kembali turun ke lantai 1 tempat brankas tadi," jelasnya.
HA mencoba membuka brankas itu, namun tak berhasil. HA kemudian kabur lewat jendela pembantu dan melompat ke pagar sekitar pukul 13.42 WIB.
Motif karena EkonomiDian mengatakan alasan HA melakukan hal ini karena masalah ekonomi.
"Motif ekonomi. Diketahui oleh penyidik bahwa yang bersangkutan sebelumnya sempat bermain saham kripto dengan modal awal Rp 400 juta yang mana uang tersebut diperoleh dari tabungan dengan istri," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setiawan, Senin (5/1).
Dian melanjutkan, "Dari Rp 400 juta ini dimainkan, berkembang sampai mendatangkan keuntungan Rp 4 miliar."
"Dari Rp 4 miliar ini yang bersangkutan belum puas kemudian dimainkan lagi sehingga yang bersangkutan kalah," kata Dian.



