Balas Kritikan Tompi soal Materi Pandji Pragiwaksono, Umar Hasibuan: Apa Sih yang Kamu Cari?

fajar.co.id
2 hari lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tokoh Nadhatul Ulama, Umar Hasibuan menyorot tajam ke salah satu penyanyi, Tompi.
Hal itu terkait pernyataan ke komika, Pandji Pragiwaksono.

Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Umar menyindir Tompi yang sebelumnya memilih diam saat Gibran Rakabuming Raka didorong menjadi calon Wakil Presiden saat itu.

Padahal menurutnya waktu itu konstitusi sampai diacak-acak demi membuat Gibran bisa maju.

Giliran seperti ini, baru Tompi berani bersuara. Umar pun mempertanyakan soal keinginan apa yang sebenarnya diinginkan olehnya.

“Giliran konstitusi diobrak abrik demi gibran lolos wapres muncungnya diam,” tulisnya dikutip Senin (5/12/2025).

“Apa sih yg kau cari tompi?,” ungkapnya.

Baru-baru ini, Tompi juga ikut memberikan kritikan ke Pandji Pragiwaksono soal satu materi dalam pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang belum lama ini tayang di platform streaming Netflix.

Kritikan ke Pandji diberikannya melalui salah satu unggahan di media sosial pribadinya.

Tompi menyoroti salah satu bagian materi Pandji yang menyinggung kondisi fisik Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Khususnya materi terkait penampilan mata sayu Gibran yang dianggap terlihat mengantuk.

“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” tulis Tompi di akun Instagram @dr_tompi

.

“PTOSIS: Meskipun bisa dikoreksi secara operasi, tapi tentu ini menjadi kemerdekaan setiap pasien untuk mau (memilih) atau tidak,” ujarnya.

Soal materi dari Pandji itu, menurutnya, menyerang kondisi fisik seseorang bukanlah bentuk kecerdasan dalam berkomedi.

“Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” tegasnya.

“Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline,” tuturnya.

“Btw saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya,” tutupnya. (Erfyansyah/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Delapan negara memastikan diri tampil di perempat final Piala Afrika
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Permendagri Baru: Jabatan Kepala BPBD Tak Lagi Dirangkap Sekda
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Jonathan Frizzy ‘Keluar’ dari Penjara, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Kekasih Ririn Dwi Ariyanti
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Momen Prabowo Bersama Petani Tumbuk Padi Tandai Pencapaian Swasembada Pangan
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Siswa Sinarmas World Academy Kembangkan Perangkat AI untuk Bantu Pemulihan Bicara Pasien Stroke dan
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.