Siswa Sinarmas World Academy Kembangkan Perangkat AI untuk Bantu Pemulihan Bicara Pasien Stroke dan

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga siswa sekolah menengah atas dari Sinarmas World Academy mengembangkan perangkat berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernama LUMA yang dirancang untuk membantu memulihkan kemampuan komunikasi pasien stroke, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), dan gangguan neuromuskular lainnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Perangkat berbentuk headset tersebut dikembangkan oleh tim SWA RoboKnights yang terdiri dari Audric Tsai, Zhenxuan, dan Yik Yan. Inovasi ini berhasil meraih pengakuan internasional dalam ajang World Robot Olympiad International Final 2025 di Singapura. Dalam kompetisi yang diikuti lebih dari 500 tim dari 91 negara, SWA RoboKnights memboyong tiga Gold Awards serta Start-Up Award pada kategori Future Innovators Senior.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Secara teknis, LUMA bekerja dengan membaca sinyal elektroensefalografi (EEG) dan pola kedipan mata pengguna. Sinyal tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kode Morse dan diproses oleh model bahasa berbasis AI untuk menghasilkan ucapan verbal yang kontekstual.

Hasil terjemahan ditampilkan terlebih dahulu dalam bentuk rekomendasi frasa melalui kacamata augmented reality (AR), sebelum akhirnya disuarakan oleh perangkat. Mekanisme ini memungkinkan pengguna menyampaikan kebutuhan, emosi, maupun pikiran secara lisan, meski kehilangan kemampuan bicara.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Salah satu keunggulan LUMA terletak pada efisiensi biaya. Estimasi biaya produksi perangkat ini sekitar Rp10 juta, jauh lebih rendah dibandingkan teknologi antarmuka otak-komputer dan sistem pelacakan mata yang saat ini beredar di pasar dengan kisaran harga Rp150 juta hingga Rp210 juta.

Usai kompetisi internasional tersebut, tim SWA RoboKnights tengah mempersiapkan tahap lanjutan berupa kolaborasi dengan rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan. Pengujian langsung kepada pasien menjadi fokus utama untuk memvalidasi performa LUMA dalam konteks klinis.

General Manager Sinarmas World Academy, Deddy Djaja Ria, menilai capaian ini menunjukkan pentingnya pendekatan pendidikan yang mendorong inovasi berdampak sosial. “Ketika anak muda diberi ruang untuk berkreasi dengan tujuan yang jelas, mereka mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar prestasi kompetisi, pengembangan LUMA mencerminkan potensi inovasi berbasis teknologi yang dipimpin oleh generasi muda Indonesia untuk menjawab tantangan kesehatan secara inklusif dan berkelanjutan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tanda Hotel Red Flag yang Wajib Dicek Sebelum Booking
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Cara Dapat Pin Ibu Hamil Saat Naik LRT Jakarta
• 13 jam laludetik.com
thumb
Venna Melinda berduka, sang ayah Jimmy Rekartono berpulang ke pangkuan Sang Pencipta
• 19 jam lalubrilio.net
thumb
Kolaborasi Pemprov-Pemda Kawasan Mamminasata Bisa Wujudkan Integrasi Moda Transportasi di Sulsel
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Hadapi Rute Ekstrem SS 4 dan 5 Rally Dakar, Julian Johan Pilih Main Aman
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.